Kecelakaan Jalur Tengkorak

TRAGEDI Sopir Ngantuk, Pikap Muat Tomat Terperosok, Oleng Lalu Tabrak Pohon di Jalur Tengkorak

Insiden kecelakaan lalu lintas lagi-lagi terjadi di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Jumat (7/2).

Istimewa/Polsek Melaya.
KECELAKAAN PIKAP - Kondisi kendaraan pikap pasca alami lakalantas di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (7/2) pagi. Penyebab lakalantas out of control ini diduga disebabkan karena sopir mengantuk. 

TRIBUN-BALI.COM – Insiden kecelakaan lalu lintas lagi-lagi terjadi di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Jumat (7/2).

Satu unit pikap bermuatan buah tomat oleng lalu menabrak pohon dan terperosok di got. Diduga, sopir truk tersebut mengantuk dan tak bisa menguasai kendaraannya. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa lakalantas tersebut terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Banjar Anyarsari, Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya sekitar pukul 05.40 Wita. 

Baca juga: GAJI Tenaga Non ASN Cair Pekan Depan! Tamba: Sebelum Pagerwesi Semua Terima Gaji

Baca juga: 5 Desa di Klungkung Bersiap Pilkel Serentak! Pilkel Serentak di Klungkung Digelar Tahun ini

Bermula dari pikap nopol L 857 DAA yang dikemudikan Angga Aris Sandi (28) asal Banyuwangi, Jawa Timur bergerak dari arah barat ke timur atau arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang merupakan jalan turunan disertai tikungan ke kiri dari arah barat (Gilimanuk), tiba-tiba saja pikap tersebut bergerak ke kiri alias oleng lalu menabrak pohon dan terjerembab ke got di kiri jalan.

"Sopir diduga mengantuk dan tidak dapat menguasai kendaraannya," kata Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi, Jumat (7/2). 

Dia melanjutkan, kendaraan yang bermuatan buah tomat itu hendak ke Denpasar namun mengalami out of kontrol ketika melintas di jalan turunan disertai tikungan. 

"Kami imbau kepada seluruh pengendara agar tidak memaksakan diri berkendara saat lelah bahkan mengantuk. Karena itu bisa saja berisiko fatal bagi diri sendiri dan juga orang lain," imbaunya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved