Berita Bali

TUNTUT TUTUP Atlas Beach Club, Buntut Gambar Dewa Siwa di Latar DJ, Berikut Penjelasan DPRD Bali

TUTUP Atlas Beach Club, Buntut Gambar Dewa Siwa di Latar DJ, Berikut Penjelasan DPRD Bali

|
istimewa
TANGKAPAN LAYAR- Sebuah video yang memperlihatkan dewa siwa pada salah satu club di Bali ramai di media sosial pada Minggu 2 Februari 2025. Viral Video Dewa Siwa Ditayangkan di Club Malam, Ini Tanggapan Atlas Super Club Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Buntut penayangan gambar Dewa Siwa di Atlas Beach Club, massa Keris Bali melakukan aksi di Kantor DPRD Bali, Jumat 7 Februari 2025. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Wayan Supartha mengatakan penyampaian aspirasi mengenai penayangan gambar Dewa Siwa di Atlas Beach Club sudah tepat. 

“Masyarakat merasakan ada simbol-simbol mereka yang dilanggar maka dari itu mereka sampaikan aspirasi sudah tepat,” jelasnya. 

Baca juga: SIKAP ANEH Bule Inggris di Polda Bali, Pasangan Kekasih Ikut Dikerangkeng, Rp 6 Miliar Tinggal Mimpi

Ketika ditanya apakah DPRD Bali satu suara untuk menutup Atlas Beach Club, Supartha membenarkan hal tersebut. 

“Iya seperti itu, itu kan penutupan itu salah satu cara karena tanggungjawab dan kewajiban pemerintah.

Jadi proses pidananya kan ada pasal pengatur Jadi proses pidananya dia itu kan sudah jelas ada pasal pengatur, ada pasal 156 A KUHP ini kan tentang penodaan, penistaan agama ada pasal 175, 176, 177, 503, 530, 545, 546, 547 ada juga pengaturan di UU Tahun 1965 itu sudah jelas.

Baca juga: SELAMAT JALAN Nyoman Sudiarna, Cari Nafkah Hingga Tewas Kecelakaan, Tertimpa Loader di Jepang

Tadi sudah jelas disampaikan bahwa itu harus dikasih efek jera untuk membangun aspirasi masyarakat ada dilakukan penutupan,” imbuhnya. 

Minggu depan DPRD Bali akan memanggil Atlas Beach Club termasuk Finns Beach Club terkait kasus kembang api yang viral lebih dulu.

Ketika disinggung bagaimana nanti nasib para pekerja jika Atlas Beach Club ditutup, Supartha mengatakan akan ada pertimbangan lain. 

“Kita tidak masuk pada urusan pekerja nanti itu ada pertimbangan-pertimbangan lain kan ada ada pertimbangan lain kalau minta maaf kan cuma meringankan saja,” paparnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya mengatakan ia diajak oleh DPRD untuk ikut serta 5 orang dari Keris Bali untuk hadir ke manajemen Atlas. 

“Kami akan hadir. Dari kasus minuman harusnya Atlas sudah belajar, ternyata kan tidak jadi kalau kita biarkan terus begini nanti ada lagi tempat-tempat yang melecehkan simbol-simbol agama hindu kita,” ucap, Ismaya. 

“Pada intinya kami ingin proses hukum ditegakan secara benar tidak ada lagi hal-hal seperti ini. Sambil menunggu proses hukum lebih lanjut, permintaan maaf secara terbuka di media massa dan di medsos Atlas sendiri karena tidak ada dimedsos Atlas ditampilkan,” tutupnya. 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved