Kecelakaan di Bangli

Nyawa Sertu Ardana dan Saraswati Tak Tertolong, 3 Orang Meninggal Tertabrak Truk Rem Blong di Batur

Terdapat 3 orang meninggal dunia, satu di antaranya adalah Sertu I Wayan Ardana (41) seorang anggota TNI

Istimewa
KOLASE FOTO - Kondisi pasca kejadian truk pengangkut semen alami rem blong dan kecelakaan di Kintamani, Bangli, Bali pada 9 Februari 2025 dan foto Polsek Kintamani dan Kodim 1626/Bangli sampaikan duka cita atas meninggalnya Sertu Wayan Ardana. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Peristiwa tragis terjadi di jalan tanjakan kawasan Banjar Petong, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu 9 Februari 2025, sekitar pukul 09.30 Wita. 

Sebanyak 3 orang meninggal dunia akibat truk tronton bermuatan semen dengan nomor polisi S 9109 UH mengalami rem blong dan menabrak kendaraan serta sejumlah orang di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, kecelakaan bermula ketika truk tronton yang melaju di jalur menurun tiba-tiba kehilangan kendali akibat rem blong

Truk muatan semen dalam jumlah besar tersebut akhirnya menabrak 1 unit mobil dan 1 unit sepeda motor yang berada di depannya.

Baca juga: KRONOLOGI Truk Rem Blong di Bangli Telan 3 Korban Jiwa, Babinsa Desa Awan Kintamani Jadi Korban!

Seorang saksi mata I Nengah Karyana mengatakan, bahwa truk tersebut sempat melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya hilang kendali.

“Saya melihat truk itu sudah oleng sebelum menabrak mobil dan motor. Tidak lama setelah itu, terdengar suara benturan keras, dan truk terguling,” ujarnya.

Aparat kepolisian pun telah mengidentifikasi para korban meninggal dunia akibat truk tronton bermuatan semen tersebut. Terdapat 3 orang meninggal dunia, satu di antaranya adalah Sertu I Wayan Ardana (41) seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa Desa Awan, Kecamatan Kintamani.

Sertu Ardana merupakan warga Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli

Korban meninggal dunia lainnya adalah sopir truk tronton, Ahmad Imron (49) asal Banjar Dinas Mekarsari, Desa Patas, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng dan seorang ibu rumah tangga, Ni Putu Martini (49) alias Jro Saraswati asal Banjar Tembuku Kawan, Desa  Tembuku, Kecamatan Tembuku.

Satu korban lainnya, Ni Made Suprapti (68) asal Banjar Tembuku Kawan, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku yang saat itu sebagai penumpang pikap sempat dilarikan ke RSUD Bangli, namun hanya mengalami syok atau tidak mengalami luka.

Kejadian ini berawal dari truk yang dikemudikan oleh Imron dengan memuat semen sebanyak 450 sak datang dari arah utara tujuan ke selatan. 

Setiba di tempat kejadian yang merupakan jalan menurun, pengemudi tidak bisa menguasai kendaraannya, sehingga keluar jalur dan menabrak pohon perindang di pinggir jalan sebelah timur hingga tumbang.

Kemudian menabrak mobil Suzuki Jimny milik Putu Anton Wirya Jaya yang sedang parkir di depan warung. 

Namun truk tersebut tetap bergerak maju dan kembali menabrak pohon perindang yang berada di bahu jalan sebelah timur hingga tumbang dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Sertu I Wayan Ardana yang saat itu juga melaju dari arah utara tujuan ke selatan.

Tak sampai di situ, selanjutnya truk tersebut tetap bergerak maju dan menyerempet mobil pikap dan menabrak pengemudinya Jro Saraswati yang saat itu sedang berdiri di pinggir jalan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved