Berita Karangasem
DAMPAK Cuaca Buruk, Diduga Sebabkan Lumba-lumba Mati di Karangasem Bali
Bangkai lumba-lumba dengan panjang sekitar 2,5 meter itu, pertama kali ditemukan oleh wistaawan yang beraktivitas di Pantai Candidasa.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Seekor lumba-lumba ditemukan mati di pesisir Pantai Candidasa, Karangasem, Kamis (14/2) sore. Mamalia laut yang tergolong satwa dilindungi tersebut, diduga mati karena imbas cuaca buruk yang terjadi di wilayah pesisir Karangasem dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Bangkai lumba-lumba dengan panjang sekitar 2,5 meter itu, pertama kali ditemukan oleh wistaawan yang beraktivitas di Pantai Candidasa. Lalu hal ini disampaikan ke nelayan setempat.
"Warga setempat sempat menarik lumba-lumba yang sudah dalam keadaan mati itu ke darat, agar tidak kembali terbawa arus ke lautan," ujar Kasatpolairud Polres Karangasem, AKP I Gusti Suastawan, Jumat (14/2).
Penemuan bangkai lumba-lumba lalu disampaikan kepada aparat. Karena lumba-lumba merupakan satwa dilindungi, dilakukan koordinasi antara Kasatpolairud, dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Karangasem, serta pihak KKP (Kawasan Konsservasi Perairan) Nusa Penida.
Baca juga: MENDIANG Putu Esa Diaben, Widia: Penghormatan Terakhir, Upacara Dihadiri Teman Sekolah
Baca juga: JASAD Bayi Perempuan Akhirnya Dikremasi, Hadir Para Pejabat Bangli, Polisi Sebut Masih Dalami Kasus!
Setelah dilakukan pengecekan, diduga lumba-lumba itu mati karena dampak cuaca buruk di perairan Karangasem dalam beberapa hari belakangan.
Gelombang tinggi yang dipicu angin kencang, diduga membuat lumba-lumba tersebut terpisah dengan koloninya. Lalu terbawa gelombang ke pesisir pantai yang dangkal, sehingga membuatnya mati.
Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya luka-luka bekas serangan predator di tubuh lumba-lumba.
"Setelah koordinasi, kami putuskan untuk mengubur lumba-lumba tersebut," ungkap AKP I Gusti Suastawan.
Dari hasil koordinasi dengan pihak desa setempat, diminta mengubur lumba-lumba itu di Pantai Bugbug. Aparat bersama masyrakat setempat lalu bergotong-rotong mengangkut bangkai lumba-lumba dari Pantai Candidasa ke Pantai Bugbug, lalu bersama-sama menguburnya dengan baik. (mit)
| Filosofi Tanggung Jawab dan Kebersamaan Dalam Perang Pandan Tenganan |
|
|---|
| Tantangan Karangasem Biasakan Masyarakat Pilah Sampah Dari Rumah |
|
|---|
| Maling Ternak di Karangasem Ditangkap, Selain Sapi Juga Curi Babi |
|
|---|
| Pencuri Sapi di Karangasem Bali Ditangkap usai Resahkan Warga, Ternyata Juga Gasak Babi |
|
|---|
| Kado Istimewa Jelang HUT ke-386 Kota Amlapura, Karangasem Bali Kembali Raih Opini WTP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mengevakuasi-dan-mengubur-bangkai-lumba-lumba.jpg)