KESEHATAN

Ekonomi Bali Kian Bangkit Pasca Pandemi, Peningkatan Layanan Kesehatan & Potensi Pariwisata Medis  

Tentu saja sektor penyumbang dan penyokong utama ekonomi Bali, masih di sektor pariwisata. Yang menyumbang hingga 80 persen perekonomian Bali. 

IST
ILUSTRASI - Pariwisata medis jadi potensi Bali ke depan. 

TRIBUN-BALI.COM – Perekonomian Bali pasca pandemi kian membaik. Pada 2024, ekonomi Bali tumbuh 5,48 persen. Bahkan pada 2023, angka pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,71 persen. 

Tentu saja sektor penyumbang dan penyokong utama ekonomi Bali, masih di sektor pariwisata. Yang menyumbang hingga 80 persen perekonomian Bali

Sehingga sampai saat ini, Bali masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit dunia. Walau demikian Bank Indonesia menyarankan agar ada diversifikasi sumber ekonomi. 

Sehingga tatkala terjadi goncangan, Bali masih bisa tegak berdiri menghadapinya. Salah satunya dengan pengembangan pertanian, perikanan, hingga sport dan healthy tourism.

 

Baca juga: Siswa Belajar Daring di Awal Bulan Puasa, Sekolah di Jembrana Libur 13 Hari

Baca juga: 3 Kapal Pesiar Sandar Bersamaan, Erick Thohir: Momentum Bersejarah bagi Pelabuhan Benoa

Salah satunya dengan kehadiran Bali International Hospital (BIH). Menjadi keniscayaan dalam mewujudkan pariwisata medis ke depan. 

Apalagi baru saja BIH dan Pelita Air Service resmi menjalin kerjasama strategis, dalam penyediaan layanan kesehatan dan branding bersama.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU), antara Direktur Utama BIH, Dewi F. Fitriana.

Dan Direktur Niaga PT Pelita Air Service, Asa Perkasa, yang mewakili Direktur Utama Pelita Air, dalam acara yang berlangsung di Bali.

Melalui kerjasama ini, BIH dan Pelita Air berkomitmen meningkatkan akses layanan kesehatan bagi penumpang Pelita Air dengan berbagai manfaat, termasuk program medical check-up dan layanan kesehatan eksklusif di Bali International Hospital.

Selain itu, kerjasama ini juga mencakup strategi pemasaran bersama untuk mendukung promosi medical tourism di Bali.

“Kami menyambut baik dengan kerjasama ini, karena sejalan dengan visi kami dalam menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia bagi masyarakat dan wisatawan di Bali. Dengan dukungan Pelita Air, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan kami,” kata Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, Dewi F. Fitriana, MPH.

“Pelita Air berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan kami. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa penumpang kami memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, baik sebelum maupun setelah perjalanan mereka,” kata Direktur Niaga PT Pelita Air Service, Asa Perkasa. 

Kerjasama ini juga mencakup berbagai inisiatif pemasaran, seperti penyelenggaraan seminar kesehatan, kampanye digital bersama, serta kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) dan influencer untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dalam perjalanan udara.

Dengan adanya kemitraan ini, Bali International Hospital dan Pelita Air berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi industri kesehatan dan pariwisata di Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi utama medical tourism. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved