Berita Karangsem
Sutjidra-Supriatna Siapkan 2 Unit Ambulans Gratis pada 100 Hari Kerja di Karangasem
Disinggung mengenai hal ini, Supriatna mengatakan pihaknya belum membicarakannya. Namun ia memastikan tetap akan mengikuti instruksi presiden.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Sebanyak 2 unit ambulans gratis akan dianggarkan dalam waktu dekat. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan pasangan Bupati-Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra - Gede Supriatna khususnya dalam bidang kesehatan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat ditemui Senin (24/2). Supriatna mengatakan pada hari pertama ia melaksanakan tugas selaku Wakil Bupati Buleleng, pihaknya mendapat arahan Bupati untuk menyiapkan program-program ke depan.
“Salah satu yang menjadi fokus adalah pelaksanaan program 100 hari kerja pasca dilantik. Karenanya pada hari pertama kerja ini, saya langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Mulai dari Staf Ahli, Asisten Setda, hingga Kepala Bagian,” ungkapnya.
Baca juga: Tak Ada Ritual Khusus Masuk ke Ruang Kerja, Wakil Bupati Badung Alit Sucipta Rakor di Hari Pertama
Baca juga: Patung Mother & Child Karya Pematung Bali Mejeng di Singapura, Putrayasa Gambarkan Hal Ini
Khususnya dalam program 100 hari kerja, lanjut Supriatna, pihaknya tengah menyiapkan berbagai program unggulan yang merupakan janji kampanye pasangan Sutjidra-Supriatna. Misalnya di bidang kesehatan, Supriatna menyebut pihaknya berjanji memberi layanan ambulans dan penitipan jenazah yang seluruhnya gratis untuk masyarakat kurang mampu.
“Sebelum dilantik sejatinya kita sudah koordinasi pada masa transisi. Namun karena sesuai aturan pelaksanaan program baru bisa dilakukan setelah dilantik, maka baru sekarang kita persiapkan,” ujarnya.
Kata Supriatna, saat ini pihaknya mempersiapkan proses administrasinya dulu. Sebab dalam pelaksanaan program membutuhkan regulasi. Untuk ambulans yang disiapkan, pihaknya menyebut baru bisa menganggarkan dua unit ambulans dalam waktu dekat. Yang mana harga satu unit ambulans ditaksir senilai Rp 250 hingga 300 juta.
“Yang terpenting bagaimana pelaksanaan program ini bisa berjalan dalam 100 hari kerja kita. Kan ini harus membuat Perbup lagi. Karena perda tentang retribusi, di bidang kesehatan dulu masih ada pengenaan biaya. Sehingga perlu kita atur lagi lewat peraturan bupati,” jelasnya.
Sedangkan di bidang pendidikan, Supriatna yang juga mantan Ketua DPRD Buleleng ini mengaku tengah menyiapkan anggaran untuk program seragam gratis bagi siswa. Begitupun pada bidang adat, budaya dan agama khususnya program pengabenan massal untuk desa adat, saat ini sidang disiapkan administrasinya. “Kemudian saya juga diskusi terkait aspirasi dari pedagang pasar bersama Dirut PD pasar,” imbuhnya.
Banyaknya program serta janji kampanye pasangan Bupati-Wakil Bupati, tentunya akan sedikit terkendala. Ini mengingat adanya efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, melalui Instruksi Presiden (Inpres) No 1 tahun 2025. Disinggung mengenai hal ini, Supriatna mengatakan pihaknya belum membicarakannya. Namun ia memastikan tetap akan mengikuti instruksi presiden.
“Untuk masalah efisiensi kita belum bedah sejauh mana. Karena ini juga menyangkut APBD. Secara umum kita pasti ikuti instruksi presiden yang sudah ditetapkan. Dan ini sudah disiapkan oleh Pak Sekda dan TAPD,” tandasnya. (mer)
| Usaha Ukiran Sanggah Warga Pertima Ludes Terbakar, Made Katon Alami Kerugian Rp700 Juta |
|
|---|
| Seraya Timur Bali Jadi Pilot Project Kampung Nelayan Merah Putih, Dinas Kelautan Jaring Desa Lainnya |
|
|---|
| Marak Kecelakaan Libatkan Truck di Karangasem Bali, Warga Berharap Segera Lakukan Penertiban |
|
|---|
| 8 Mobil Digelapkan Wanita Asal Desa Tianyar Tengah Karangasem Bali |
|
|---|
| Aksi Balap Liar di Jalur 11 Karangasem Bali Viral di Medsos, Polisi Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wqbhner-j.jpg)