Seputar Bali

TAMPANG Pelaku Perampok dan Pembunuh di Jimbaran, Buruh Asal Jawa Timur Melawan, Berakhir Ditembak

Terduga pelaku pembunuhan seorang wanita di Jimbaran, Bali, akhirnya berhasil ditangkap usai sempat buron

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ditangkap - Tersangka pencurian disertai kekerasan Moch Rafli hadir dengan luka memar di wajah dan dua luka tembak di kaki kanan dan kiri. TAMPANG Pelaku Perampok dan Pembunuh di Jimbaran, Buruh Asal Jawa Timur Melawan, Berakhir Ditembak 

Lanjutnya, dari hasil olah TKP oleh identifikasi Polresta Denpasar ada 6 tusukan kepada Kartini, yaitu di belakang leher kanan dan di punggung ada lima tusukan. 

“Yang paling fatal adalah penusukan di leher. Itu nancap sampai dalam, itu menyebabkan luka dan mungkin kehabisan darah,”

“Paling parah korban ditusuk pada leher bagian belakang, ada juga di pundak dan di punggung yang mengakibatkan meninggal dunia,” bebernya. 

Tak hanya penjual Roti Bakar itu yang menjadi korban, putrinya juga menjadi korban namun nyawanya masih selamat. 

Dika Putri mengalami luka-luka akibat kekerasan dicekik hingga dibanting ke lantai oleh pelaku.

Putri keluar kamar karena mendengar teriakan ibunya ke ruang tamu. 

Di situ, anak korban melihat ibunya sudah dipukuli di atas meja ruang tamu dan keadaan terlentang. 

Dika Putri langsung menarik baju pelaku dan sempat menendang serta memukul pelaku. 

Lalu pelaku mencekik dan membanting Dika Putri ke lantai hingga pingsan. 

Setelah sadar anak korban meminta bantuan ke tetangga. 

“Anak korban ini datang mendengar teriakan mamanya, untuk membantu juga menjadi korban mengalami luka lebam di pipi sebelah kiri dan kanan, serta luka cekikan di leher,”

“Putrinya sempat dicekik, dibenturkan di lantai, makanya ada luka memar di badan di muka dan di leher,” ujarnya. 

Sementara itu, pisau yang digunakan tersangka Rafli yang dibawa dari bedeng proyek belakang TKP sempat patah dan diganti dengan pisau dapur milik korban untuk melakukan penusukan. 

“Saat peristiwa terjadi dengan modus pelaku dengan bantuan tangga yang ada di belakang rumah, ada proyek, tersangka naik angga dan ke balkon lalu turun dari balkon,” ungkap Kompol Yudistira. 

“Lalu dilihat oleh korban yang saat itu keluar dari kamar tidur dan saat itulah dilakukan penusukan dan ternyata patah pisau yang dibawa dari bedeng, di belakang rumah,”

“Diganti dengan pisau dapur di TKP dan digunakan itu dan saat dilakukan itu datang putrinya untuk membantu,” lanjutnya.

“Putrinya juga dilakukan kekerasan sampai pingsan dan barang-barang berupa 2 HP dan cincin emas,” sambungnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved