Berita Karangasem

Kerjasama Dengan PLTU Celukan Bawang, Lapas Singaraja Manfaatkan FABA untuk Pembuatan Batako

Kerjasama Dengan PLTU Celukan Bawang, Lapas Singaraja Manfaatkan FABA untuk Pembuatan Batako

istimewa
Koordinasi - Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra saat melakukan koordinasi dengan PLTU Celukan Bawang, Kamis (27/2/2025). Koordinasi ini menindaklanjuti kerjasama pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) alias limbah sisa pembakaran batubara, sebagai bahan baku pembuatan batako. Istimewa 

 


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja melakukan penjajakan kerjasama dengan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang.

Kerjasama tersebut ihwal pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) alias limbah sisa pembakaran batu bara, sebagai bahan baku pembuatan batako

Kepala Lapas Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra mengungkapkan, koordinasi ini menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang telah ditandatangani dengan nomor PAS-03.HH.04.05 tahun 2025. 

Baca juga: TINGGALKAN PUJAAN HATI Seorang Diri, Serka INS Ulah Pati Pakai Pistol di Bali

PKS ini mengatur pemanfaatan FABA dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk lingkungan Pemasyarakatan, serta penunjukan Lapas Kelas IIB Singaraja sebagai Pilot Project dalam program tersebut.

"Kami mendapat arahan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali agar segera mengambil langkah progresif untuk berkoordinasi dengan pihak PLTU Celukan Bawang, guna mewujudkan program ini," ujarnya Kamis (27/2/2025).

Baca juga: SELAMAT JALAN Kadek! Petaka di Pancasari Buleleng Datang 6 Bulan Kemudian, Dokter Buka Suara

Lanjut Kalapas, kerjasama ini merupakan bentuk dukungan terhadap 13 program akselerasi Menteri Imipas, yang selaras dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. Di mana salah satu programnya yakni membangun ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan, penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.


"Program tersebut memang bertujuan untuk peningkatan keterampilan warga binaan selama berada di lapas. Salah satunya memanfaatkan limbah sisa pembakaran batubara, sebagai bahan baku pembuatan batako," tandasnya. 


Untuk diketahui, Lapas Kelas II Singaraja memiliki berbagai program pemberdayaan bagi warga binaan selama berada di lapas. Beberapa diantaranya barbershop, coffee shop, hingga cuci kendaraan. Tak hanya itu WBP juga diajarkan membuat dupa hingga miniatur bangunan, termasuk sokasi menggunakan kertas koran. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved