Travel
Optimistis Mampu Datangkan 1,7 Turis, Dispar Sebut Dua Festival Buleleng Masuk Agenda KEN
Adapun dua festival unggulan di Buleleng yang masuk agenda program KEN 2025, meliputi Lovina Festival dan Pemuteran Bay Festival.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dua festival unggulan di Kabupaten Buleleng secara resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Hal ini tentu menjadi kesempatan emas, sebab kunjungan wisatawan berpotensi meningkat pesat.
Diketahui, KEN merupakan program tahunan yang digagas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Program ini sudah ada sejak tahun 2021. Adapun dua festival unggulan di Buleleng yang masuk agenda program KEN 2025, meliputi Lovina Festival dan Pemuteran Bay Festival.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Sebab sejak tahun 2023, pihaknya secara rutin mengusulkan Lovina Festival masuk dalam agenda KEN.
Baca juga: KEBAKARAN Hari Ini, Pabrik Air Minum di Karangasem Hangus, Truk Paket Online Hangus di Gilimanuk!
Baca juga: Hermanto Keluhkan Sulitnya Dapat BBM, Nelayan Pantai Lebih Berharap Bantuan Pemerintah

"Akhirnya tahun ini (2025) Lovina Festival untuk pertama kali mengikuti program KEN. Tak hanya itu, Pemuteran Bay Festival juga masuk agenda program Kemenpar ini," ujarnya dikonfirmasi Minggu (2/3).
Dody menjelaskan, program KEN bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia melalui berbagai acara budaya, seni, karnaval, dan kuliner. Menurutnya, keberhasilan dua festival unggulan di Buleleng masuk dalam agenda KEN, tentunya memperkuat posisi Buleleng sebagai destinasi pariwisata yang menawarkan kekayaan budaya dan pesona alam yang unik.
Terlebih dengan dukungan dari Kementerian. Menurut Dody bukan tidak mungkin jumlah kunjungan wisatawan tahun 2025 akan mencapai target yang telah ditentukan.
"Tahun 2025 ini kunjungan wisatawan ditarget 1,7 juta. Meliputi 700 ribu wisatawan mancanegara dan 1 juta wisatawan domestik," sebutnya.
Untuk memperkuat daya tarik festival, Dispar Buleleng akan berkolaborasi dengan daerah lain seperti Banyuwangi, Lombok Barat, dan Ponorogo.
Nantinya masing-masing daerah akan menampilkan kesenian khas daerahnya. Seperti Tari Gandrung Banyuwangi dan Reog Ponorogo. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menggelar stand promosi UMKM.
"Kami ingin menciptakan festival yang tidak hanya menampilkan budaya Buleleng, tetapi juga menghadirkan pertunjukan dari daerah lain agar semakin menarik bagi wisatawan," ucap Dody.
Lantas disinggung mengenai pendanaan di tengah situasi efisiensi anggaran, mantan Camat Buleleng ini mengatakan bahwa pendanaan akan lebih banyak menggunakan dana dari donatur, CSR maupun sponsorship.
"Saat ini kami sedang menyusun konsep pertunjukan, termasuk tarian massal khas Buleleng yang akan ditampilkan dalam pembukaan acara. Rencananya pada Maret ini kami akan paparkan agenda perencanaan pada pimpinan," tandasnya. (mer)
INSIDEN Penembakan WNA Tak Berpengaruh, Australia Masih Mendominasi Kedatangan Turis ke Bali |
![]() |
---|
KAPAL Cepat Banyuwangi-Denpasar Uji Coba, Waktu Tempuh 2,5 Jam, Angkut 400 Penumpang, Ini Biayanya! |
![]() |
---|
Destinasi Wisata Rawan Laka Laut, Polsubsektor Lembongan Perketat Pengawasan di Devil's Tears |
![]() |
---|
LARI & Potensi Ekonomi Komunitas di Bali, Pererenan Contoh Sinergi Pariwisata, Investasi & Lokal |
![]() |
---|
CEKREK! Selfie di Nuanu Creative City Spot Foto Instagramable di Pulau Dewata, Simak Beritanya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.