Cuaca Buruk di Bali

HANTAM Jukung Nelayan, Komang Amo Belum Ditemukan, Ombak Besar Terjang Kapal di Perairan Perancak

Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dan pihak keluarga, upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang bibir pantai.

ISTIMEWA/HUMAS BASARNAS BALI
EVAKUASI – Petugas melakukan evakuasi terhadap nelayan yang jukungnya mengalami mati mesin di tengah laut di Perairan Selatan Yeh Embang, Kabupaten Jembrana, Sabtu (22/3). 

TRIBUN-BALI.COM  - Seorang pemancing dikabarkan hilang di Perairan Perancak, Kabupaten Jembrana, Sabtu (22/3). Korban atas nama Komang Amo, warga Tegal Badeng Barat terseret ombak saat memperbaiki katir yang rusak. 

Awalnya korban, yang merupakan kapten kapal bersama 3 orang lainnya pergi melaut menggunakan Jukung Fiber Sriwijaya II dari Pantai Pengambengan menuju arah selatan.

Setibanya di Perairan Perancak mereka mulai memancing ikan, dan pada pukul 12.00 WITA datang angin kencang disertai hujan lebat, gelombang tinggi. Saat korban memperbaiki katir, ombak menghantam jukung dan pegangan tangannya terlepas. 

Saat itu dilakukan pencarian, namun tak juga ditemukan keberadaan Komamg Amo. Pada pukul 13.00 WITA, sebanyak 3 orang lainnya telah sandar di Pantai Pengambengan, Kabupaten Jembrana dalam keadaan selamat. 

Baca juga: ROBOH! Balai Gong Pura Dalem Taak Batubulan, Dihantam Angin Kencang, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Baca juga: RAYU & Tipu Pria, Kisah Agus Ariawan 8 Bulan Jadi Korban TPPO, Kerja Tanpa Gaji, Disiksa Tiap Hari!


Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 18.15 WITA dari Polair Polres Jembrana. Dari informasi yang diterima, diketahui 3 orang selamat atas nama Kadek Wahyu (30), Putu Adi (31) dan Komang Agus Triana (27). 

Pukul 18.35 WITA tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana berjumlah 5 personel bergerak menuju lokasi. Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dan pihak keluarga, upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang bibir pantai.

“Penyisiran di perairan tidak memungkinkan untuk dilakukan, karena kondisi di perairan tidak mendukung,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. 

Hingga pukul 20.15 WITA tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban.  Sesuai kesepakatan bersama operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Senin (24/3) pagi.

Unsur SAR lain yang turut terlibat di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Pol Air Polres Jembrana, Pos TNI AL Pengambengan, Bhabinkamtibmas Desa Pengambengan, nelayan setempat serta pihak keluarga.  

Di tempat terpisah, jukung alami mati mesin di Perairan Selatan Yeh Embang, Kabupaten Jembrana, Sabtu (22/3). Awalnya 2 orang warga Banjar Yeh Kuning berangkat melaut mencari ikan sekitar pukul 06.00 WITA menuju arah selatan.

Nahas tak bisa dielakkan, mesin jukung rusak pada pukul 13.00 WITA dan mereka terombang ambing di tengah laut. 

“Informasi untuk permintaan evakuasi kami terima kurang lebih 1 jam setelah kejadian, kurang lebih jam 14.10 WITA dari bapak Dewa Ketut Tirtayasa,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Dari laporan yang diterima petugas siaga diketahui identitas korban atas nama Dewa Yudi (51) dan Dewa Komang Sudiana (62).

Sebanyak 5 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera bergerak ke lokasi. Upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan rubber boat.  Selama 40 menit berselang tim SAR gabungan berhasil menemukan keduanya dalam keadaan selamat. 

Selanjutnya mereka dievakuasi menuju Pantai Yeh Kuning dan jukung tersebut ditarik oleh nelayan setempat menuju Pantai Yeh Kuning Jembrana. Akhirnya pada pukul 17.00 WITA, tim SAR bersama korban telah sampai di bibir Pantai Yeh Kuning dan langsung dirujuk ke Puskesmas II Yeh Kuning dengan menggunakan ambulans PMI Jembrana. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved