Kasus TPPO dan CPMI di Bali
IDENTITAS Katak Sang Penjerumus Agus & Sunaria Jadi Korban TPPO di Myanmar Sudah Dikantongi Polisi!
Diketahui, dua korban TPPO berasal dari Buleleng masing-masing bernama Kadek Agus Ariawan dan Nengah Sunaria sudah berhasil dipulangkan dari Myanmar.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Gede Harja Astawa, mendesak kepolisian segera menangkap penyalur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Ini dilakukan sebagai efek jera, agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban selanjutnya.
Diketahui, dua korban TPPO berasal dari Buleleng masing-masing bernama Kadek Agus Ariawan dan Nengah Sunaria sudah berhasil dipulangkan dari Myanmar.
“Saya sempat membantu keluarga korban untuk melaporkan kejadian TPPO ini di Mapolres Buleleng pada September 2024 lalu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, dengan berkoordinasi bersama Interpol,” ungkapnya, Rabu 26 Maret 2025.
Kepulangan para korban ke tanah air ini, kata pria yang juga Ketua DPC Gerindra Buleleng, merupakan kerjasama antara seluruh pihak termasuk awak media.
Baca juga: TRAUMA Sunaria, Niat Ubah Ekonomi Keluarga, Justru Alami Penipuan Hingga Jadi Korban TPPO di Myanmar
Baca juga: KISAH PILU Agus Ariawan dan Sunaria, 8 Bulan Jadi Korban TPPO, Lolos dari Maut Berkat Tentara DKBA

"Kapolres merespon cepat laporan kami. Sehingga ada langkah-langkah dari Presiden Prabowo, menugaskan Menteri Luar Negeri untuk menggunakan operasi senyap menyelamatkan para korban. Hingga akhirnya korban berhasil pulang ke Bali," imbuhnya.
Melihat adanya kejadian ini, Harja mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih agen penyalur tenaga kerja.
"Kita boleh mengubah nasib dengan bekerja ke luar negeri. Namun harus memperhatikan agen dan modusnya, dipastikan agennya resmi sehingga tidak ada korban seperti ini lagi," ujarnya.
Ia juga mendorong kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyalur TPPO tersebut, sebagai efek jera serta mencegah bertambahnya korban lainnya.
"Kalau ada indikasi pidana, mohon ditindaklanjuti untuk efek jera bagi oknum yang memanfaatkan situasi ini mencari keuntungan dengan mengorbankan masyarakat lainnya," terangnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, kasus TPPO ini sudah naik ke tahap penyidikan. Artinya penyidik menemukan adanya tindak pidana yang melanggar Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, sudah mengunjungi kediaman salah satu korban TPPO, Nengah Sunaria, di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Selasa (25/3/2025). Pada kesempatan itu, Kapolres mendengar pengalaman buruk Sunaria ketika menjadi korban TPPO di Myanmar.
Kapolres yang ditemui usai kunjungan mengatakan, kasus TPPO ini sudah dilaporkan ke Polres pada September 2024. Pada laporan itu ada dua warga Buleleng yang menjadi korban yakni Nengah Sunaria dan Kadek Agus Ariawan.
AKBP Widwan mengaku sudah melakukan penyelidikan. Setidaknya sudah ada 10 saksi yang dimintai keterangan. Mulai dari pelapor, saksi-saksi perekrutan, pihak maskapai, hingga imigrasi mengenai perjalanan paspornya.
"Kami juga sudah koordinasikan penanganan ke Bareskrim tipidum bagian TPPO. Termasuk ke Kemenlu, kami sampaikan data-data perkembangan tindak lanjut. Kami menyadari lapis kemampuan kami tidak mampu karena itu sudah antar-negara," katanya.
Dalam menggali keterangan saksi, pihaknya juga terhambat karena kedua saksi korban belum bisa dimintai keterangan. Mengingat dua saksi korban baru pulang pada Jumat (21/3/2025), terlebih saat ini masih dilanda trauma, maka pemeriksaan akan ditunda sementara.
"Mungkin saat ini Pak Nengah Sunarya istirahat dulu, karena kebetulan mau hari raya. Dan beliau tadi menyampaikan masih ada sedikit trauma. Nanti setelah kondisinya stabil, baru kami minta keterangan," jelasnya.
Kapolres juga mengungkapkan jika terlapor yakni Komang B alias Katak, identitasnya sudah diketahui. Saat ini keberadaannya diduga masih di luar negeri, yakni di Kamboja.
Di sisi lain, kedua korban TPPO akan mendapat penanganan pasca trauma dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng. Tak hanya itu, Dinsos juga akan memberikan sejumlah bantuan sosial pada korban.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinsos Buleleng, I Putu Kariaman Putra. Dikatakan, pihaknya telah mengunjungi kediaman korban TPPO bernama Nengah Sunaria dan Kadek Agus Ariawan pada Selasa (25/3/2025).
Dari kunjungan itu ia menyadari jika keduanya mengalami trauma, pasca rentetan penyiksaan selama delapan bulan menjadi korban TPPO di Myanmar. Oleh sebab itu pihaknya akan mengupayakan pendampingan psikologis pada dua korban.
"Dengan situasi korban seperti ini, kami dari pemerintah, khususnya Dinas Sosial menindaklanjuti untuk mengambil langkah-langkah. (Nanti) pekerja sosial akan mendampingi (kedua korban) secara psikologis," jelas Kariaman, Rabu (26/3/2025).
Selain pendampingan psikologis pasca trauma, pihaknya juga akan melakukan penguatan-penguatan pada dua korban. Pekerja sosial akan melakukan asesmen untuk menentukan bantuan sesuai kebutuhan korban.
Beberapa bantuan yang diberikan mulai dari kebutuhan dasar seperti sembako hingga pakaian layak pakai. Tak hanya itu, jaminan kesehatan kedua korban juga akan dialihkan sebagai penerima bantuan iuran (PBI). Sehingga akan dibiayai melalui APBD.
"Sebelumnya jaminan kesehatan keduanya merupakan pekerja penerima upah (PPU). Namun karena yang bersangkutan saat ini tidak bisa bekerja, maka kita alihkan (jaminan kesehatan) ke APBD," ujarnya. (sar/mer)
KATAK Diduga Keluar Negeri, Agus & Sunaria Jalani Pemeriksaan di Polres Buleleng, Pemeriksaan TPPO |
![]() |
---|
AGUS & Sunaria Datangi Polisi, 2 Korban TPPO Jalani Pemeriksaan Pertama di Polres Buleleng |
![]() |
---|
CEGAH TPPO & TPPM, Agus dan Sunaria Dilibatkan Sosialisasi oleh Imigrasi Singaraja, Undang Perbekel |
![]() |
---|
KATAK 'Jual' Agus & Sunaria ke Myanmar Hingga Disiksa! Ini Cara Menghindari TPPO & Negara Rawan! |
![]() |
---|
KISAH PILU Agus Ariawan dan Sunaria, 8 Bulan Jadi Korban TPPO, Lolos dari Maut Berkat Tentara DKBA |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.