Berita Klungkung
PENGUNGSI Ingin Kembali ke Rumah di Nusa Penida, Bupati Klungkung Sebut Penyelesaian Masih Berproses
Jumlah pengungsi yang masih bertahan di SKB sejumlah 25 orang, dari yang sebelumnya berjumlah 28 orang. Ini lantaran 3 orang telah kembali masuk kulia
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Warga kasepekang dari Banjar Sental Kangin Nusa Penida sudan selama sepekan, mengungsi di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (7/4). Mereka saat ini menantikan kepastian, kapan mereka bisa kembali ke kampung halaman mereka di Nusa Penida.
Jumlah pengungsi yang masih bertahan di SKB sejumlah 25 orang, dari yang sebelumnya berjumlah 28 orang. Ini lantaran 3 orang telah kembali masuk kuliah.
Warga saat ini hanya bisa menunggu kepastian dari pemerintah, kapan mereka bisa pulang ke Nusa Penida. Terlebih libur panjang telah usai dan anak-anak mereka harus kembali masuk ke sekolah.
"Kami hanya menunggu, kapan kami bisa kembali ke Nusa Penida. Anak-anak juga harus kembali ke sekolah," ungkap seorang pengungsi di SKB, Senin (7/4).
Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, terkait konflik di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida menurutnya penyelesaian masih terus berproses.
Baca juga: NYAWA Edi Armaya Tak Tertolong! Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Isuzu di Buleleng
Baca juga: SENIMAN Muda Tampil Apik di Panggung Budaya HUT Kota Singaraja, Tonjolkan Ciri Khas Buleleng

"Pemda pada intinya pengayom seluruh masyarakat Klungkung. Langkah awal bagaimana warga tidak ada mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga kita lakukan langkah evakuasi ini," ujar Made Satria, Senin (7/4).
Menurutnya penyelesaian masalah ini, tidak lagi berbicara siapa yang benar atau siapa yang salah.
"Begitu ada potensi ancaman keselamatan warga kita, pemerintah hadir berikan jaminan keselamatan mereka. Sehingga pemda menempatkan mereka sementara di SKB sampai kondisi benar-benar memungkinkan," ungkapnya.
Made Satria berupaya, penyelesaian masalah ini bisa sesegera mungkin. Serta kembali menegaskan penyelesaiannya masih berproses.
"Anak mereka ada harus kembali bersekolah, ada yang harus menjalankan bisnis. Bagaimana agar mata pencaharian mereka juga tidak hilang," jelas Made Satria. (mit)
Redam Konflik
Pemerintah juga, kata Bupati I Made Satria, sudah membuat draf pernyataan, yang poin-poinnya berupaya meredam konflik.
Penyataan itu nanti diberlakukan baik kepada kelompok warga di Desa Sental Kangin, maupun warga yang terkena sanksi adat kasepekan.
"Sehingga sama-sama bisa menjaga kondusifitas. Kembali saya tegaskan, pada dasarnya kami semua berkeluarga. Warga yang mengungsi di SKB merupakan keluarga, krama di Banjar Adat Sental Kangin juga keluarga," jelasnya. (mit)
Sampan Barang Tenggelam di Kusamba, Kerugian Rp1 Miliar, BPBD Ingatkan Potensi Ombak Tinggi |
![]() |
---|
Detik-Detik Sampan Pecah di Kusamba Klungkung, Ombak Setinggi 4 M Menghantam, Sampan Pecah Jadi 2 |
![]() |
---|
DRAMATIS! Sampan Pecah Dihantam Ombak di Kusamba Klungkung, ABK Hingga Buruh Terjun ke Laut |
![]() |
---|
Sekda Klungkung Bali Lantik Pejabat Fungsional Humas, Tekankan Pentingnya Disiplin |
![]() |
---|
Waspada Demam Tinggi Disertai Ruam, 11 Kasus Suspect Campak di Klungkung Diperiksa di BLK Surabaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.