Galungan dan Kuningan
Volume Sampah Hari Raya Selalu Naik di Jembrana Bali, Kesadaran Masyarakat Belum Meningkat
Volume Sampah di Jembrana Bali, Kesadaran Masyarakat Belum Meningkat, Perlu Waktu dan Dukungan Semua Elemen Masyarakat
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Perayaan Hari Raya Galungan tahun 2025 ini masih menyisakan masalah yang sama seperti sebelumnya. Adalah soal peningkatan volume sampah pasca hari raya.
Bahkan, sampah yang mendominasi adalah sampah organik.
Peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk memilah bahkan hingga mengolah sampah organik untuk menjadi pupuk.
Sehingga, timbulan sampah organik bisa berkurang ke TPA dan bisa dimanfaatkan di rumah masing-masing. Misalnya untuk tabulampot (tanaman buah dalam pot) yang bermanfaat untuk penghuni rumah itu sendiri.
Baca juga: PREDIKSI Jumlah Sampah di Bali Usai Galungan dan Kuningan Meningkat 30 Persen
Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana, volume sampah pasca hari raya selalu diprediksi naik.
Kali ini, prediksi peningkatan mencapai 10 persen atau belasan ton.
Dinas terkait menyebutkan, jika hari biasanya dalam sehari mampu mengangkut di bawah 50 ton, dalam pekan ini peningkatan diprediksi mencapai angka 5-60 ton.
"Prediksi kita meningkat 10 persen dari hari-hari biasanya. Dan itu memang benar terjadi. Di hari pertama pengangkutan ini didominasi sampah organik," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa saat dikonfirmasi, Kamis 24 April 2025.
Untuk menangani peningkatan volume sampah tersebut, kata dia, pihaknya selalu saja mengerahkan pasukan serta armada yang maksimal.
Tujuannya agar tak ada penumpukan di setiap penampungan atau titik pembuangan sampah.
Total ada belasan armada serta puluhan petugas lapangan yang dikerahkan selama ini dan momen tertentu seperti hari raya Galungan kali ini.
Selain itu, proses pengangkutan juga dilakukan dua kali rit (pulang pergi armada). Jika biasanya hanya satu kali rit.
"Armada dan tenaga kita kerahkan full team. Karena prediksi kita peningkatan hingga belasan bahkan puluhan ton dalam satu minggu ini," ungkapnya.
Dia mengakui, dalam setiap momen hari raya, produksi sampah yang dihasilkan masyarakat sebagian di wilayah Kota Negara.
Bahkan, dari tahun ke tahun, sebagian besar didominasi sampah organik, sekitar 70 persen.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.