Berita Pendidikan
60 Ribuan Siswa SMA dan SMK di Bali Dinyatakan Lulus, 5 Orang Siswa SMK Tidak Lulus
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali catatkan 100 persen siswa SMA di Bali lulus dan lima siswa SMK dinyatakan tidak
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
60 Ribuan Siswa SMA dan SMK di Bali Dinyatakan Lulus, 5 Orang Siswa SMK Tidak Lulus
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali catatkan 100 persen siswa SMA di Bali lulus dan lima siswa SMK dinyatakan tidak lulus di Tahun Ajaran 2025.
Total siswa yang lulus sebanyak 60.110 siswa dijenjang SMA dan SMK di Bali yang telah menerima pengumuman kelulusan pada Senin 5 Mei 2025 kemarin.
Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa.
Baca juga: MARAK Akses Situs Po12no, Pemkab Buleleng Bentuk Gugus Tugas Pencegahan, Segera Sidak ASN dan Siswa!
“Khusus jenjang SMA 32.834 siswa itu semua lulus 100 persen. Untuk jumlah total siswa SMK kelas XII sebanyak 27.276 siswa SMK, siswa lulus 27.251 siswa atau 99,95 persen, 5 siswa tidak lulus,” jelas, Boy.
Ia menjelaskan, lima siswa yang tidak lulus tersebut berasal dari sejumlah SMK di Bali.
Dengan rincian, dua siswa dari jurusan kuliner SMK Pariwisata Triatma Jaya Badung, satu siswa dari jurusan tata boga SMKN 4 Negara, satu siswa dari jurusan kuliner SMK Pariwisata Triatma Jaya Tabanan, dan satu siswa dari jurusan akuntansi keuangan lembaga SMK Idtiqlal Gerokgak.
Baca juga: 10.348 Siswa Terima Makan Bergizi Gratis di Jembrana Bali, Baru 3 Dapur Umum Beroperasi
Terkait keterangan tidak lulusnya, Boy membeberkan di antaranya dua siswa tidak menuntaskan PKL, satu siswa tidak mengikuti PKL dan UAS, satu siswa dengan kehadiran di bawah 30 persen dan satu siswa tidak menuntaskan PKL atau tidak menuntaskan pembelajaran.
“(Siswa yang tidak lulus) Mengikuti kelas ulang,” imbuhnya.
Boy menyebut penilaian kelulusan siswa tahun ini didasarkan pada sejumlah indikator.
“Indikasi kelulusannya berdasarkan nilai raport, ujian sekolah, dan ujian praktek. Praktek itu agama, fisika, kimia, biologi dan olahraga,” katanya.
Baca juga: Putri Giri Prasta Dikukuhkan Jadi Ketua Tanam Tuwuh, Buat Program Bantu Siswa di Buleleng Membaca
Pengumuman kelulusan dilakukan secara daring melalui website Satgas Sekolah masing-masing guna mencegah potensi kerumunan.
“Pengumumannya secara online, supaya para siswa tidak hadir ke sekolah. Mereka memantau kelulusan melalui websitenya Satgas Sekolah,” ujar Boy.
Untuk mengantisipasi tindakan negatif pasca-pengumuman kelulusan, seperti konvoi atau aksi kebut-kebutan di jalanan, Disdikpora telah mengeluarkan surat imbauan ke seluruh sekolah.
“Tentu kami juga sudah membuat surat imbauan agar kepada seluruh kepsek berkoordinasi pihak kepolisian setempat untuk mengantisipasi kalau ada anak-anak kebut-kebutan dan sebagainya atau kumpul-kumpul itu, jadi sudah diantisipasi,” jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.