Berita Jembrana

MANTAN Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Tutup Usia, Derita Kanker Usus, Dikenal Baik & Suka Membantu

Dia menyebutkan, almarhum disebutkan menderita sakit pada bagian ususnya sejak beberapa waktu lalu dan beberapa hari lalu dilarikan ke rumah sakit.

ISTIMEWA
SOSOK - Mendiang mantan Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr Made Dwipayana saat memberikan keterangan di kantornya belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM  - Mantan Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr Made Dwipayana tutup usia, Kami 8 Mei 2025 sore. Pejabat kelahiran Singaraja, Buleleng, Bali, tersebut meninggal dunia di RSUP Prof Ngoerah di Denpasar karena sakit yang dideritanya.

Menurut informasi yang diperoleh, pria kelahiran Singaraja 18 Januari 1965 tersebut meninggal dunia setelah dirawat karena sakit yang dideritanya pada bagian usus (disebutkan kanker usus). Ia meninggal dunia, setelah beberapa waktu dirawat di RSUP Prof Ngoerah di Denpasar.

Pejabat yang baru saja pensiun beberapa bulan lalu ini, dikenal orang yang humble atau memiliki komunikasi yang baik. Beberapa kerabat serta rekan kerjanya juga mengucapkan selamat jalan Amor ing Acintya pada status pesan singkatnya.

Baca juga: MAHAYASTRA Berpesan Fokus Belajar, Jangan Pacaran! 56 Siswa Terima Beasiswa Kuliah Pemkab Gianyar

Baca juga: ADA 4 Kasus Bayi Ditelantarkan, Dinsos Laporkan Total Ada 55 Bayi Diasuh Yayasan Pengasuh Anak

"Nggih benar (meninggal dunia) tadi sore, sekitar pukul 4 sore," kata seorang sumber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana saat dikonfirmasi, Kamis 8 Mei 2025.

Dia menyebutkan, almarhum disebutkan menderita sakit pada bagian ususnya sejak beberapa waktu lalu dan beberapa hari lalu dilarikan ke rumah sakit. "Terakhir dirawat di RSUP Prof Ngoerah," tandasnya.

Terpisah, Direktur RSU Negara, dr Ni Putu Eka Indrawati juga mengatakan hal senada. Rekannya di dunia tenaga kesehatan (nakes) ini menyebutkan bahwa dr Dwipayana sudah terlihat menderita sakitnya beberapa bulan sebelum pensiun.

"Beberapa bulan sebelum pensiun memang sudah terlihat sakit yang dideritanya. Dumogi amor ing acintya," ucapnya. Saat ini, almarhum telah dibawa ke rumah duka di Singaraja, Buleleng. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved