Penganiayaan di Bali
Penganiayaan Antar Siswa SMKN 7 Denpasar Viral, Bermula dari Korban Rekam Kakak Kelas
Peristiwa penganiayaan antar siswa di Bali viral di media sosial Instagram. Terdapat dua video pemukulan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Penganiayaan Antar Siswa SMKN 7 Denpasar Viral, Bermula dari Korban Rekam Kakak Kelas
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Peristiwa penganiayaan antar siswa di Bali viral di media sosial Instagram.
Terdapat dua video pemukulan yang belakangan diketahui dilakukan oleh antar siswa SMKN 7 Denpasar di jalanan yang masih dekat lingkungan sekolah.
Dalam video tersebut GD (16) tampak dipukul dan ditendang oleh dua temannya berinisial A dan S yang merupakan kakak kelasnya.
GD merupakan siswa kelas 1 SMK sementara A dan S merupakan siswa kelas 2 SMK.
Ketika ditemui di SMKN 7 Denpasar pada, Jumat 16 Mei 2025, korban pemukulan, GD menjelaskan bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
Awalnya, GD merekam aksi teman-temannya yang merokok di kamar mandi sekolah.
Baca juga: 14.469 Siswa Tamat SD Berebut Kuota SMP Negeri di Denpasar Bali, Jalur Domisili Mengutamakan Jarak
“Saya videoin biar kalau dia campah (keterlaluan) sama saya ya saya kirim video itu. Sering saya tidur di belakang di cepuin (diadukan) padahal saya udah tidak tidur di kelas,” jelas, GD.
Setelah memvideokan aksi temannya yang merokok, GD, A dan S pun dipanggil oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolahnya.
Tak usai di sana, sepulang dari sekolah rupanya A dan S menanti GD di depan sekolah.
“Tak kira saya pulang duluan, terus dihadang disuruh ikut, ya sudah saya ikut setelah diantem saya diancam untuk jangan bilang apa-apa,” imbuhnya.
Baca juga: CABUT 3 Pohon Pisang, Siswa SDN 2 Sambangan Tetap Belajar, Kendati Sengketa Lahan dengan Ahli Waris
Saat kejadian tersebut, GD ditendang dan sempat dipukul di bagian pelipis. Penganiayaan tersebut pun menyebabkan bengkak pada betis kirinya.
“Luka bengkak di betis, dan dipukul di pelipis, ditendang sempat pusing dan berdengung sudah minta tolong berhenti tapi terus dipukul,” bebernya.
Akibat kejadian tersebut, GD pun ingin segera pindah sekolah sebab merasa takut.
Baca juga: Tindaklanjuti Siswa SMP Belum Lancar Membaca di Buleleng Bali, 375 Siswa Ikuti Tes Kecerdasan
Diakui GD, antara ia, A dan S bukan teman sepergaulan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.