Berita Buleleng

Desa Bondalem Buleleng Manfaatkan PLTS Atap Alirkan Listrik ke Sumur Bor Untuk 500 Pelanggan

Desa Bondalem Buleleng Manfaatkan PLTS Atap Alirkan Listrik ke Sumur Bor Untuk 500 Pelanggan

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Banjar Kaja Kangin, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, mulai lakukan mandiri energi dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Banjar Kaja Kangin, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, mulai lakukan mandiri energi dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.

Uniknya, PLTS atap ini digunakan untuk mengaliri listrik ke sumur bor 500 pelanggan

Ketika ditemui pada acara Perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar, IESR(Institute Essential Services Reform) serta rombongan Jelajah Energi Bali Perbekel Desa Bondalem I Gede Arya Ordantara mengatakan teknis kerja dari PLTS atap untuk sumur bor ini adalah air dari sumur bor ditampung di bak penampungan. Setelah itu didistribusikan ke pelanggan.

Baca juga: VIDEO Gede Putra Yana Terseret Arus Air Terjun Nungnung Badung Bali Saat Hendak Mengambil Drone

“Terdapat bak reservoir dari atas dan menggunakan gaya grativasi untuk mendistribusikan ke pelanggan,” jelas, Ordantara pada, Kamis 22 Mei 2025.

Sebelum ada sumur bor, masyarakat mendapatkan air di  Desa Tejakula dekat gunung dari tahun 1982. Jaraknya sangat jauh dari Desa Bondalem sekitar 5 kilometer.  Karena kualitas air kurang bagus sehingga mencari sumber dengan sumur bor dari tahun 2018.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 128 129, BAB 6: Tulis Kalimat dengan Kosakata

“Jauh sumber di Desa Tejakula 5 kilometer ke atas. Ini (sumur bor) dari dana desa dan sebelum bantuan Pemkab Buleleng,” imbuhnya.

 

Tidak hanya hadir solusi kekeringan, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga berinisiatif memanfaatkan energi surya untuk aliran listrik sumur bor dengan pemasangan solar panel. Listrik dari PLN dan 30 persen dari PLTS atap. Jumlah pelanggan 2.700 pelanggan.”Sudah layak konsumsi minum diuji lab,” jelasnya.

 

Sumur bor ini juga menjadi pendapatan desa karena  dikelola oleh Unit Penyedia Sarana (UPS) Air Minum di bawah Bumdes. Ordantara mengatakan, adanya PLTS atap membantu karena ada efisiensi 30 persen kebutuhan listrik di Banjar Kaja Kangin, Desa Bondalem 

 


“Sangat membantu (PLTS atap). Jadi efisiensi 30 persen dari kebutuhan listrik  wilayah di sini saja. Jadi efisiensi ini dapat membantu dana pemeliharaan,” tandasnya.

 


Salah seorang warga, Ngurah Susastra merasa dampak ada PLTS atap karena harga air menjadi lebih murah. Kendalanya karena sumur bor ini untuk semua warga  desa. Saat listrik mati harus ada penampungan. Saat blackout  2 Mei lalu air mati total. Pun memakai PLTS atap debit air kecil karena banjar lain masih memakai listrik dari PLN. 

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved