Kecelakaan di Buleleng

LAGI Tragedi Kecelakaan Truk, Pertama Kali Lewat Buleleng, Angkut Baja Ringan Terperosok ke Kebun! 

Dikatakan dia, truk dengan nomor polisi S 9445 NF itu dikemudikan Agus Sabariman. Di dalamnya juga ada kernet bernama Hengky Ferdiansyah.

ISTIMEWA
Terperosok - Truk pengangkut baja ringan terperosok di kebun warga. Peristiwa ini akibat truk tidak kuat menanjak, serta sopir baru pertama kali melintas jalur Singaraja - Denpasar.  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Truk pengangkut baja ringan asal Jember, Jawa Timur, terperosok akibat tidak kuat menanjak, saat melintas di jalan Desa Sambangan, Buleleng. Beruntung peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. 

Peristiwa kecelakaan akibat hilang kendali ini terjadi pada Jumat (11/7/2025) pukul 12.30 WITA. Lokasinya di jalan raya Singaraja - Sambangan kilometer 4200, tepatnya di lingkungan Sangket, Kecamatan Sukasada.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa laka lantas tersebut.

Dikatakan dia, truk dengan nomor polisi S 9445 NF itu dikemudikan Agus Sabariman. Di dalamnya juga ada kernet bernama Hengky Ferdiansyah.

Baca juga: Sejumlah Fasilitas Rusak! Bupati Kembang Instruksikan Perbaikan Stadion Pecangakan Jembrana

Baca juga: TRUK Hijau Tabrak Pohon di Hutan Cekik, Sopir Ngantuk, Truk Oleng Lalu Terperosok, Begini Kondisinya

Olah TKP - Polisi saat melakukan olah TKP pasca truk terperosok di kebun warga. 
Olah TKP - Polisi saat melakukan olah TKP pasca truk terperosok di kebun warga.  (ISTIMEWA)

"Peristiwa ini bermula saat truk tersebut datang dari arah barat (Sambangan) hendak menuju timur (Sangket). Namun saat di TKP, truk itu tidak kuat menanjak. Sehingga mundur dan jatuh ke kebun warga dengan kedalaman sekitar 5 meter," ucapnya. 

Iptu Yohana mengatakan, peristiwa kecelakaan itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Hanya saja kerugian yang timbul diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Informasinya, sopir asal Jember itu hendak menuju ke Denpasar. Namun ia baru pertama kali lewat jalur Singaraja, lantaran ada kerusakan jalan di jalur Denpasar-Gilimanuk tepatnya di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. 

Karena baru pertama kali, ia memanfaatkan google maps sebagai penunjuk jalan. Padahal, ruas jalan tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar seperti truk.

Kendaraan besar lebih disarankan melintasi jalur Ahmad Yani - Udayana - Ngurah Rai - Veteran - Mayor Metra hingga tembus ke Shortcut Singaraja - Denpasar. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra menyarankan agar para sopir truk tidak percaya 100 persen pada google maps.

Pihak Dishub Buleleng telah memasang rambu portable, ataupun menyiagakan petugas pada setiap persimpangan yang membutuhkan petunjuk. Karenanya ia menyarankan sopir truk mengikuti arahan petugas. 

"Google maps itu belum tentu sesuai kenyataan. Oleh sebab itu kami dari dinas perhubungan mengimbau agar mengikuti petunjuk-petunjuk portable yang akan kami berikan, serta arahan dari petugas baik dinas perhubungan maupun satlantas," jelasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved