Pendidikan

SPMB Jalur Domisili Mulai, Disdikpora: Sesuai KK, Sisa Kuota 1.616 Siswa Dimasukan ke Jalur Domisili

Pihaknya mengatakan, banyaknya sisa kuota dari 3 jalur itu dikarenakan banyak pendaftar yang melakukan pendaftaran tidak sesuai juknis.

ISTIMEWA
ILUSTRASI - Pendaftaran jalur teakhir atau jalur domisili untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP untuk tahun ajaran 2025/2026 akan mulai dibuka, Senin (14/7) hari ini. Adapun jalur domisili dengan kuota terbanyak dari 3 jalur sebelumnya. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pendaftaran jalur teakhir atau jalur domisili untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP untuk tahun ajaran 2025/2026 akan mulai dibuka, Senin (14/7) hari ini. Adapun jalur domisili dengan kuota terbanyak dari 3 jalur sebelumnya.

Untuk jalur domisili, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar pun mengingatkan terkait petunjuk teknis agar diikuti dan dipatuhi. Salah satunya adalah terkait Kartu Keluarga (KK) dimana yang digunakan yakni alamat di KK bukan tempat tinggal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kadisdikpora Denpasar, AA Gde Wiratama, Minggu (13/7). "Untuk yang dipakai adalah KK, bukan tempat tinggal," paparnya.

Baca juga: Bangunan ParQ Ubud Dirobohkan, Berganti Jadi Onyx Park Resort, Usung Pengembangan Berkelanjutan 

Baca juga: Kerahkan 24 Personel Gabungan, Kasatreskrim Gianyar Pimpinan Patroli Sasar Sejumlah Titik Rawan

Seleksi pada jalur domisili ini didasarkan pada jarak udara dari alamat tempat tinggal ke sekolah yang dipilih. Calon siswa yang memiliki jarak tempat tinggal paling dekat ke sekolah akan mendapat prioritas lebih tinggi. 

"Jika terdapat dua atau lebih calon siswa dengan jarak yang sama ke sekolah, maka sistem akan memprioritaskan siswa dengan usia lebih tua," paparnya.

Apabila usia calon siswa sama, seleksi berikutnya akan mengacu pada nilai tertinggi mata pelajaran, yaitu secara berurutan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.

Sementara itu, dari tiga jalur sebelumnya, masih menyisakan kuota sebanyak 1.616 siswa yang belum terisi. Ketua Panitia SPMB Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ngakan Made Samudra mengatakan, sisa kuota tersebut dialihkan ke jalur domisili.

"Dari tiga jalur yang sudah berjalan masih tersisa 1.616 kuota, dan sisanya itu masuk domisili," kata Ngakan Samudra.

Sisa kuota tersebut terdiri atas jalur prestasi dengan kuota yang disediakan 1.883 dan terisi 1.243 sehingga tersisa 640. Kemudian jalur mutasi dengan kuota yang tersedia 294, terisi 133 dan sisanya 161. Dan jalur afirmasi dengan kuota 1.176, terisi 361, dan tersisa 815.

"Jalur domisili awalnya kuotanya 2.527. Dengan adanya pengalihan sekarang total 4.143," paparnya.

Pihaknya mengatakan, banyaknya sisa kuota dari 3 jalur itu dikarenakan banyak pendaftar yang melakukan pendaftaran tidak sesuai juknis. Misalnya pada jalur prestasi, sertifikat atau piagam yang dipersyaratkan minimal di tingkat kecamatan.

Namun banyak yang menggunakan piagam atau sertifikat juara di tingkat desa. Selain itu, untuk prestasi non akademik menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Meskipun dalam persyaratan administrasi sudah terpenuhi, namun kuota untuk non akademik tertentu sudah terpenuhi di sekolah tersebut, maka berpotensi gugur. (sup)

Pengumuman Jalur Domisili 

Untuk diketahui, pendaftaran Jalur Domisili digelar 14–16 Juli 2025, dan pengumuman 17 Juli. Daftar ulang untuk seluruh jalur dilaksanakan pada 17–19 Juli 2025. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui laman resmi: https://denpasar.spmb.id. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved