Berita Buleleng
MENGENANG 1,5 Abad SD 1 Paket Agung Buleleng:Jadi Awal Mula Pertemuan Ayah dan Ibu Soekarno
MENGENANG 1,5 Abad SD 1 Paket Agung: Jadi Awal Mula Pertemuan Ayah dan Ibu Soekarno
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Alumni, siswa, guru, serta tokoh masyarakat merayakan Satoe Setengah Abad (150 Tahun) SD 1 Paket Agung, Jumat (1/8/2025). Sekolah ini menjadi saksi sejarah lahirnya sang proklamator RI, yakni Soekarno.
Acara sarat sejarah ini dibuka dengan napak tilas menyusuri kawasan Veteran dan mengunjungi rumah Raden Soekemi Sosrodiharjo, ayah Bung Karno. Sebab diketahui Raden Soekemi dulu pernah menjadi guru di SD 1 Paket Agung.
Di tempat ini pula menjadi awal pertemuan Raden Soekemi dengan Nyoman Rai Srimben. Kisah cinta keduanya kelak melahirkan pemimpin besar bangsa, Bung Karno.
Baca juga: TAK TERIMA Anjingnya Diracun di Sanur Denpasar, Pemilik Pulang dari Luar Negeri dan Lakukan ini
Sekda Buleleng Gede Suyasa, mewakili Bupati Buleleng menekankan nilai historis sekolah yang berdiri sejak 1875 ini. SD Negeri ini merupakan kebanggan daerah. Raden Sukemi bukan hanya meninggalkan nama besar, tapi juga bukti fisik perjuangan. Termasuk keberadaan kamar kos Raden Sukemi dan pohon belimbing besi yang ditanam sang guru.
Suyasa berjanji pemerintah akan mengajukan rehabilitasi ruang kelas tambahan dan mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membuat ruang khusus penyimpanan artefak sejarah. "Kami minta aset seperti lemari tahun 1828, bel, buku induk siswa, dan meja antik dipelihara. Ini fondasi nasionalisme generasi baru," ujarnya.
Baca juga: DITANYA Alasan Tikam Korban di Jalan Imam Bonjol Denpasar, Ini Jawaban Oknum Anggota Ormas
Dirinya juga mengingatkan pentingnya merawat situs sejarah yang ada di sekitar sekolah. Seperti kamar kos Raden Sukemi dan Rumah Nyoman Rai Srimben, ibunda Sang Putra Fajar Bung Karno. Ini diperlukan untuk memperkuat narasi sejarah lokal. "Lokasi-lokasi ini bukan hanya destinasi, tapi ruang hidup yang menumbuhkan nasionalisme," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Alumni Sekolah SDN 1 Paket Agung, Ketut Wiratmaja mengatakan rasa syukur bisa merayakan satu setengah abad sekolah ini. Diceritakan, sekolah ini beberapa kali mengalami pergantian nama. Mulai dari Tweede Klasse School, Sekolah Rakyat, hingga SDN 1 Paket Agung merupakan warisan luhur dari para pendahulu.
"Sekolah ini melahirkan pemuda-pemuda hebat yang kini ada di posisi strategis di Buleleng, Bali, bahkan tingkat nasional," ujarnya.
Wiratmaja menambahkan, sebagai alumni pihaknya berkomitmen menjaga peninggalan bersejarah melalui koordinasi dengan sekolah dan pemerintah kabupaten. Termasuk upaya menambah dua ruang kelas baru.
Acara ini bukan sekadar nostalgia. Sebab di acara ini juga digelar pameran tematik ijazah dari era kolonial hingga modern menjadi sorotan acara.
Wiratmaja menunjukkan stambuk (buku induk siswa) kuno. Sayangnya, ia belum menemukan jejak tulisan tangan Raden Sukemi di dokumen tertua.
Perayaan 150 tahun ini menjadi momentum revitalisasi peran sekolah sebagai penjaga nilai sejarah sekaligus pencetak generasi unggul. "Eksistensi 150 tahun membuktikan bahwa pengabdian tulus pendiri seperti Raden Sukemi mampu melampaui zaman. Kini tugas kita semua meneruskan estafet itu," tandasnya. (mer)
HADAPI MAUT BERDUA! Dewi dan Gede Meninggal di Gerokgak Buleleng, Kelakuan Sopir Bikin Geram |
![]() |
---|
TEMPAT Nongkrong Timur Pura Penimbangan Buleleng Dirobohkan! Simak Alasan Selengkapnya |
![]() |
---|
TEWAS Ibu & Anak Terpental, Kecelakaan di Buleleng, Sopir Truk Mengantuk Saat Berkendara |
![]() |
---|
Tragis, Laka Maut di Buleleng Bali Renggut Nyawa Ibu dan Anak, Korban Terpental Sopir Truk Kabur |
![]() |
---|
PERJALANAN TERAKHIR Bareng Istri di Buleleng, Wayan Mastri Berpulang Secara Tragis Dihadapan Suami |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.