Berita Bali
Perubahan Perilaku Wisatawan, Perlu Transformasi Padukan Teknologi dan Budaya Lokal Bali
Transformasi digital dianggap penting karena perilaku wisatawan yang saat ini sudah berubah.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Penelitian dalam American Journal of Industrial and Business Management mengungkap bahwa inovasi berbasis AI di sektor hospitality dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan personalisasi, sekaligus mendorong praktik berkelanjutan .
Studi tersebut merekam berbagai contoh nyata, mulai dari pemanfaatan AI untuk mengoptimalkan housekeeping dan pengelolaan sumber daya, hingga penggunaan chatbot dan virtual assistant untuk menciptakan interaksi yang lebih personal dengan tamu.
Sebuah platform omnichannel conversational AI, SleekFlow dengan MAP Framework membantu bisnis memetakan perjalanan pelanggan, memperkaya interaksi dengan data, dan memastikan peran manusia tetap dominan dalam interaksi kompleks.
Menurut survei internal, 75 persen pengambil keputusan di Indonesia percaya implementasi conversational AI meningkatkan konversi pelanggan.
CANNA Bali menggunakan broadcast digital untuk loyalty campaign, sementara ATLAS Beach Fest berhasil menjaga waktu respons 1–2 menit meski menerima ribuan pesan per hari.
“Perubahan besar itu bukan soal masa depan lagi. Realitanya, perubahan itu sudah berlangsung sekarang, di setiap interaksi dengan pelanggan,” ujar VP & General Manager (SEA), SleekFlow, Asnawi Jufrie.
Melalui insight ini dapat mendukung Bali sebagai contoh sukses digitalisasi pariwisata Indonesia: tetap berakar pada budaya, tetapi ditopang teknologi yang membuat layanan lebih cepat, relevan, dan personal. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Para-pemangku-kepentingan-menggelar-diskusi-tren-pariwisata-di-Bali-menyikapi-perubahan.jpg)