Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Baru Beroperasi 3 Bulan, Pabrik Beton di Suwung Ditutup

Pabrik beton di Jalan Baypass Ngurah Rai, Pemogan, Suwung Kauh ditutup sementara oleh Pansus TRAP DPRD Bali

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
TUTUP - Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menutup sementara kegiatan industri pabrik beton di Jalan Baypass Ngurah Rai, Pemogan, Suwung Kauh pada, Kamis 23 Oktober 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pabrik beton di Jalan Bypass Ngurah Rai, Pemogan, Suwung Kauh ditutup sementara oleh Pansus TRAP DPRD Bali pada Kamis 23 Oktober 2025. Penutupan pabrik tersebut lantaran berdiri di atas RTRW Perdagangan dan Jasa. 

Yuli Suprianto selaku Staff Operasional Pabrik Beton tersebut mengatakan lahan untuk operasional pabrik tersebut merupakan lahan sewaan. 

Baca juga: DPRD Buleleng Dan Eksekutif Sepakat, Ranperda Restrukturisasi OPD Segera Disahkan

“Bergerak di bidang ready mix, kalau ada customer minta beli kita kirim jadi kita di cor beton, betonnya di mixing di sini pakai mobil mixer dikirim ke proyek yang membutuhkan,” jelas Yuli. 

Semen mereka ambil di Banyuwangi lalu dilakukan pencampuran di Bali untuk menjadi beton.

Ia pun baru bekerja bulan Juli di pabrik tersebut. 

“Belum lama, makanya bangunannya masih baru. Juli saya datang masih cor lahan mungkin awal Agustus baru kita kirim (beton) ke luar,” imbuhnya. 

Baca juga: DPRD Bangli terima penyampaian RAPBD Tahun 2026

Sementara limbah diolah dari atas turun ke mixer limbahnya hanya berupa air cucian mesin molen.

Pabrik ini di bawah PT Indocement PT. Pionir Beton Industri. 

“Kalau kita anak perusahaan semen tiga roda. Saya yang operasional kalau perizinan dan sebagainya di pusat. Setelah ini koordinasi dengan pusat dulu seperti apa perizinannya biar nanti kalau memang bisa dibuka biar dibukain kembali,” bebernya. 

Sementara, Gede tomi selaku Staf Dinas PTSP Provinsi Bali mengatakan NIB dibuat Tahun 2025 dan baru ditambahkan ke KBLI Industri.

Baca juga: Pansus TRAP DPRD Bali Lakukan Sidak Pembangunan, Akademisi Ingatkan Evaluasi Terukur 

Disinggung tempat berdirinya pabrik bukan kawasan industri, Gede mengaku tak mengetahui hal tersebut. 

“Itu kurang tahu, kenapa bisa lolos PKKPR nya. Jadi sebelum proses NIB terbit harus proses verifikasi PKKPR dulu,” kata Gede. (*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved