Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

BPJS Kesehatan Cabang Bali Timur Gelontorkan Rp1,2 Triliun, Cuci Darah Pembiayaan Tertinggi

BPJS Kesehatan Cabang Bali Timur Gelontorkan Rp1,2 Triliun, Cuci Darah Pembiayaan Tertinggi

Tayang:
Tribun Bali/istimewa
Pelayanan di Kantor BPJS Cabang Bali Timur. Dok 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - BPJS Kesehatan Cabang Bali Timur sepanjang tahun 2025, membayar sekitar Rp1,2 Triliun untuk pelayanan jaminan kesehatan ke masyrakat di 4 Kabupaten, yakni Klungkung, Gianyar, Bangli dan Karangasem.

Dari jumlah tersebut, layanan cuci darah (hemodialisa) masih menjadi pembiayaan tertinggi.

"Biaya pelayanan kesehatan itu tidak sedikit. Tahun 2025, kami salurkan sekitar Rp1,2 Triliun untuk biaya pelayanan jaminan kesehatan masyrakat di 4 kabupaten," ujarKepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Waspada Hipnotis! Kapolres Karangasem Ingatkan Pemudik Hindari Pakai Perhiasan Mencolok

Pembiayaan itu masih belum sebanding, dengan pemasukan iuran kepesertaan dari masyarakat yang diterima yakni sekitar Rp634 Miliar. Namun menurutnya angka ini tidak dilihat seperti entitas bisnis, namun sebagai jaminan perlindungan sosial yang harus dijaga keberlanjutannya.

"Jika entensitas bisnis, tentu angka ini tidak ideal. Tapi ini untuk jaminan perlindungan sosial, tidak ada laba-rugi. Tapi tentu ini harus kita jaga juga keberlanjutannya dengan gotong-royong melalui iuran," ungkap Catur Wiguna.

Baca juga: Ekor Antrean Sampai Cekik Gilimanuk, Arus Mudik 2026 Menuju Pelabuhan Gilimanuk Mulai Ramai 

Khususnya di BPJS Bali Timur, pelayanam untuk pasien cuci darah (henodialisis) masih menjadi pembiyaan paling tinggi. Mengingat layanan tersebut harus dijalankan rutin oleh pasien gagal ginjal, selama seminggu 2 kali. 


"Rata-rata biaya cuci darah itu Rp800 ribu sekali. Sementara pasien harus cuci darah seminggu dua kali, dan harus rutin seumur hidup," jelasnya.


Hal ini juga menjadi tantangan bagi BPJS Kesehatan, mengingat fenomena saat ini semakin banyak pasien gagal ginjal yang berusia muda, sehingga berpengaruh juga terhadap tingginya pembiayaan.


"BPJS ini kan pembiyaan di hilirnya, di hulu atau pencegahan juga penting sekali. Karena cuci darah ini dampaknya besar sekali, tidak hanya biaya, tapi menurunkan produktivitas juga. Sehingga penting sekali pencegahan, jika angka penykit gagal ginjal menurun, tentunya dapat menekan juga pembiayaan," ungkap dia.


Selain cuci darah, menurutnya pembiayaan yang cukup tinggi juga terkait dengan penyakit jantung, termasuk pneumonia.


"Jadi penting menjaga kesehatan, gotong royong untuk kepesertaan jaminan kesehatan, sehingga program ini bisa terus berlanjut," ungkap Catur Wiguna. (mit)


1.165 Peserta Telah Reaktivasi


BPJS Kesehatan Cabang Klungkung mengimbau masyarakat peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar rutin mengecek status kepesertaannya. 


Imbauan ini disampaikan menyusul adanya ribuan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang sempat dinonaktifkan akibat pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial.


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna mengatakan, 
di Kabupaten Klungkung terdapat 2.963 peserta PBI JK yang dinonaktifkan. 


Namun hingga Kamis (12/3/2026) sebanyak 1.165 peserta diantaranya telah kembali aktif melalui proses reaktivasi maupun pengalihan segmen kepesertaan. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved