Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Timur Tengah

Waspada Krisis Energi Dampak Perang Timur Tengah, Warga Bali Harap Harga BBM Tak Naik

Semua jenis BBM masih tersedia di SPBU. Antrean kendaraan yang membeli pertalite, pertamax, atau solar juga masih tampak masih normal.

|
istimewa/PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus
SPBU - Waspada Krisis Energi Dampak Perang Timur Tengah, Warga Bali Harap Harga BBM Tak Naik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dampak global dari perang di kawasan Timur Tengah mulai terasa secara signifikan. 

Salah satunya dampaknya adalah ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia secara nasional maupun beberapa negara lain.

Di tengah kondisi ini beberapa negara di dunia menaikkan harga BBM dalam hampir satu bulan terakhir buntut dari perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Lalu apakah harga BBM di Indonesia akan ikut naik?

Beberapa warga Bali yang diminta tanggapannya, berharap harga BBM tidak naik. 

Baca juga: PERANG Timur Tengah Dikhawatirkan Pengaruhi High Season, Berdampak pada Turis ke Nusa Penida

Mereka sangat keberatan jika nanti harga BBM terpaksa dinaikkan, karena kondisi geopolitik saat ini.

"Untuk sekarang masih normal, saya masih bisa beli bensin. Tapi khawatir nanti BBM langka atau harganya naik. Semoga pemerintah punya cara biar harga BBM tetap stabil," ungkap seorang warga Klungkung, Gede Ariadi Utama, Jumat 27 Maret 2026.

Hal serupa diungkapkan warga Kota Semarapura, Komang Wiadnyana. 

Di saat kondisi ekonomi semakin sulit sekarang ini, ia berharap BBM tidak sampai naik. 

Karena imbasnya akan sangat meluas ke setiap aspek perekonomian warga.

"Kalau sampai BBM naik, pasti kebutuhan pokok dan kebutuhan rumah tangga semua naik. Semoga pemerintah bisa tetap menjaga. Jikapun nanti minyak naik secara global, biar subsidi sama pemerintah. Korbankan dulu program yang keluarkan banyak biaya seperti MBG misalnya, alihkan ke subsidi BBM," ungkap dia.

Seorang driver ojek online, Gede S, juga meminta pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Jika sampai naik, dipastikan pendapatannya semakin kecil.

“Para pekerja seperti kami yang memakai kendaraan bermotor pastinya makin sulit jika harga BBM naik. Apalagi kondisi ekonomi makin sulit,” ujarnya di Denpasar, Bali, Minggu 29 Maret 2026.

Adapun kondisi SPBU di Bali sejauh ini masih normal. Tidak ada antrean panjang pembelian bahan bakar, meskipun santer isu kewaspadaan krisis BBM akibat dari gejolak di Timur Tengah.

Semua jenis BBM masih tersedia di SPBU. Antrean kendaraan yang membeli pertalite, pertamax, atau solar juga masih tampak masih normal.

Minta Awasi Distribusi

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved