Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Timur Tengah

Waspada Krisis Energi Dampak Perang Timur Tengah, Warga Bali Harap Harga BBM Tak Naik

Semua jenis BBM masih tersedia di SPBU. Antrean kendaraan yang membeli pertalite, pertamax, atau solar juga masih tampak masih normal.

|
istimewa/PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus
SPBU - Waspada Krisis Energi Dampak Perang Timur Tengah, Warga Bali Harap Harga BBM Tak Naik 

Terkait kenaikan harga BBM, Ahad Rahedi menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yaitu Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengikuti harga minyak dunia.

Sedangkan untuk penyesuaian harga BBM subsidi yaitu Pertalite dan Biosolar ditetapkan oleh pemerintah.

“Penyesuaian (naik dan turun) harga untuk produk nonsubsidi merupakan hal yang rutin mengacu ke harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang. Untuk perubahan harga produk bersubsidi menjadi kewenangan dari pemerintah,” kata Ahad.

Untuk penertiban oknum nakal memanfaatkan momentum saat ini dengan membeli BBM bersubsidi lalu menimbunnya untuk dijual kembali, Ahad menyatakan Pertamina perlu mendapat dukungan dari lintas sektor terkait.

“Penertiban oknum yang membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali perlu dukungan lintas sektor mengingat peran Pertamina sebagai penyedia,” ujarnya.

Bukan rahasia umum lagi, banyak ditemukan pembeli Pertalite menggunakan sepeda motor bertangki besar di SPBU. 

Mereka “memborong” Pertalite yang merupakan BBM subsidi dengan membeli sampai 20 liter kemudian dijual didistribusikan ke warung-warung pengecer. (mit/weg/zae)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved