BBM Naik
IMBAS BBM Naik, Harga Aspal Naik Buat Tender Ulang di Klungkung, Harga Material Juga di Buleleng!
Hal ini lantaran lonjakan harga material, khususnya aspal dan solar industri, yang membuat nilai proyek dinilai tak lagi sesuai.
Gapensi Buleleng Minta Penyesuaian Nilai Proyek
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, berdampak langsung pada sektor konstruksi di Buleleng. Walaupun belum mengalami kerugian, namun kontraktor mulai tertekan.
Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Buleleng, mencatat sejumlah harga material mengalami kenaikan signifikan. Salah satunya pipa. Material berbahan plastik ini mengalami kenaikan rata-rata mencapai 23 persen.
"Terutama yang berkaitan dengan plastik itu luar biasa naiknya, sampai 23 persen. Ini sangat memberatkan, apalagi untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dominan menggunakan pipa," ujar Ketua Gapensi Buleleng, Ketut Budi Adnyana, Minggu (3/6/2026).
Kenaikan harga juga terjadi pada material lain seperti pasir, batu, semen, dan besi. Untuk pasir dan batu, harga kini berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per truk, yang mulai naik dalam sepekan terakhir.
Tak hanya material, biaya operasional alat berat juga ikut meningkat. Sebelumnya, biaya sewa alat berat berkisar Rp180 ribu per jam, kini naik menjadi Rp200 ribu hingga Rp225 ribu per jam, tergantung jarak dan pemilik alat.
"Semua ini berkaitan dengan BBM. Jadi dampaknya sangat besar terhadap pekerjaan konstruksi," jelasnya. Meski demikian, Budi Adnyana menyebut dampak tersebut belum sepenuhnya dirasakan pada proyek yang baru ditender. Namun, untuk proyek yang sudah berjalan, sejumlah kontraktor mulai mengeluhkan kenaikan biaya ini.
Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng terkait kondisi ini. Dari hasil komunikasi, disebutkan bahwa Kementerian PUPR berencana melakukan penyesuaian nilai pekerjaan hingga 8 persen.
"Cuma ini masih menunggu SK. Harapannya HPS bisa disesuaikan, supaya tidak jadi masalah ke depan," katanya. Gapensi Buleleng pun berharap pemerintah daerah dapat segera menyesuaikan nilai proyek, dengan kondisi harga terbaru di lapangan. Hal ini dinilai penting agar pelaksanaan proyek tidak terganggu dan kontraktor tidak mengalami kerugian.
"Kalau tidak ada penyesuaian, ini akan sangat berat bagi teman-teman kontraktor. Mudah-mudahan ada solusi," pungkasnya. (mer)
| Kinerja Industri Pelayaran Tertekan Harga BBM Naik 150 Persen |
|
|---|
| BIAYA Operasional Terancam Membengkak, Usaha Rental Mobil Mulai “Menjerit” Imbas BBM Naik |
|
|---|
| HARGA Beras Lokal Naik, Harga Pangan Klungkung &Jembrana Stabil, Pasca Kenaikan BBM &LPG Non Subsidi |
|
|---|
| BBM Non Subsidi Naik! Harga Pasir Langsung Melonjak, Polisi Jembrana Pantau Stok dan Harga di SPBU |
|
|---|
| NAIK Harga Dexlite dan Pertadex! Dipastikan Harga Material Pasir Meroket di Timur Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Proses-perbaikan-jalan-di-Nusa-Penida-Tender-ulang-dilakukan-karena-ada-kenaikan-harga-aspal.jpg)