Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Ekonomi

Pindar Tidak Sama dengan Pinjol Ilegal, Kenali Perbedaannya

Sebutan pinjol saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat. Padahal pinjaman daring (pindar) tidak sama

|

Termasuk kalau merasa apa yang mereka terima tidak sesuai dengan yang mereka ketahui saat mengakses awal. Konsumen bisa mengajukan keberatan. 

“Customer service kami terus berkembang. Dulu kalau customer service ini kesannya dulu ya menerima untuk langsung menolak. Kalau sekarang customer service kami, kami siapkan dengan banyak sekali alternatif-alternatif Solusi, sehingga sekira ada kesulitan, informasi ataupun pemahaman tentang kerjasama pinjaman ini, mereka juga bisa dapatkan solusi,” ungkapnya.

Bersyukur juga masyarakat bisa menikmati adanya Pindar ini. Ia mengatakan, Pindar ini diharapkan bisa menjadi bagian dari masyarakat untuk mengatasi kesulitan. 

Namun, industri pindar dalam perkembangannya juga masih mengalammi tantangan.
Mulai dari kematangan digitalnya yang masih rendah pada usaha-usaha ultramikro di Indonesia, maksudnya seperti akses internetnya, kuotanya tidak ada, atau jenis handphonenya belum memenuhi syarat. 

Semakin kematangan digital dari warga Indonesia semakin tinggi maka adopsi terhadap layanan-layanan teknologi, aplikasi ini semakin baik. 
Diketahui dari tahun ke tahun,  pinjaman daring ini tumbuh di atas pertumbuhan kredit nasional. Pada satu sisi berarti ada peningkatan adopsi, konkretnya peningkatan kepercayaan masyarakat juga.  (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved