Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Di Tengah Momentum HGN 2025 di Buleleng Bali, Ada Guru Honorer Khawatir Masa Depan

Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Buleleng Bali, keberadaan guru bukan hanya sekadar tenaga pengajar, melainkan pembentuk karakter

Tayang:
Istimewa
HGN - Suasana peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Buleleng, Selasa 25 November 2025. Di Tengah Momentum HGN 2025 di Buleleng Bali, Ada Guru Honorer Khawatir Masa Depan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, agaknya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi guru honorer, khususnya di Kabupaten Buleleng, Bali. Sebab masa depan mereka berada di ujung tanduk. 

Ini karena belum ada regulasi yang jelas ihwal guru honorer sekolah bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Selain itu, upah atau honor yang bisa dialokasikan lewat Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) juga berkurang, yakni hanya 20 persen. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata mengungkapkan, jumlah guru honorer di Buleleng hingga kini tercatat masih ada 400 orang. Seluruhnya berada di sekolah negeri. 

Baca juga: 1.453 Orang PPPK Paruh Waktu Dilantik, Ingatkan Tantangan Fiskal Tahun 2026

Pihaknya tidak memungkiri ihwal kekhawatiran guru honorer, terhadap masa depannya. 

Namun ia menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan regulasi baru terkait penugasan guru.

"Kemarin hasil dari pertemuan rakornas di pusat memang kita diarahkan untuk optimalisasi guru-guru yang sudah PPG, termasuk honorer. Cuma regulasinya sedang disusun. Nanti mereka akan mendapat penugasan dari pusat," ucapnya disela HGN 2025, Selasa 25 November 2025. 

Diakui, keberadaan guru honorer sangat dibutuhkan. Karenanya untuk upah, sesuai kebijakan akan tetap dialokasikan hingga Desember 2025. 

Sedangkan mengenai kejelasan status, masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. 

"Kan bapak ibu guru ini sudah terdata di dapodik. Itu menjadi basis data dari kementerian untuk mengambil kebijakan nanti ke depan seperti apa," ujarnya. 

Sementara Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan keberadaan guru bukan hanya sekadar tenaga pengajar, melainkan pembentuk karakter dan penentu masa depan daerah. 

Menurutnya, tantangan pendidikan digital menuntut guru untuk terus berinovasi agar proses pembelajaran semakin relevan, menyenangkan, dan membentuk karakter berkualitas.

"Guru hebat bukan hanya mengajar, tetapi membentuk karakter dan masa depan bangsa. Di era digital, inovasi guru harus terus berkembang agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan relevan," ucapnya saat menghadiri acara HGN 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. (mer)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved