PMI Meninggal di Jepang
Kematian PMI Buleleng di Jepang Masih Diselidiki, Jenazah Ditemukan di Gudang
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, berinisial KAW
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG — Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, berinisial KAW (23) atau Kadek Agus Winarta, meninggal dunia di Jepang.
Korban ditemukan meninggal tergantung di gudang perusahaan tempatnya bekerja di Prefektur Chiba.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa, menjelaskan bahwa KAW awalnya berangkat ke Jepang sebagai peserta program magang di sektor perikanan yang difasilitasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Baca juga: Pastikan Legalitas Agen Sebelum Berangkat, Antisipasi TPPO, Disnaker Imbau Calon PMI Jalur Legal!
Program magang tersebut dijalani selama tiga tahun dan berakhir sekitar September 2025.
Usai masa magang berakhir, peserta umumnya kembali ke Indonesia untuk mengurus administrasi kerja lanjutan.
Namun, KAW memilih tetap berada di Jepang dan langsung bekerja di perusahaan lain.
Ia kemudian menandatangani kontrak kerja resmi pada Oktober 2025.
Baca juga: BAHKAN Tak Izin Ortu, Belasan Calon PMI Terindikasi Berangkat Ilegal, Imigrasi Singaraja Batalkan!
Belum genap tiga bulan bekerja secara resmi, KAW ditemukan meninggal dunia di gudang perusahaan tempatnya bekerja.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025.
Berdasarkan dokumen resmi yang diterima pemerintah Indonesia dari KBRI Tokyo, korban dinyatakan meninggal dunia akibat kekurangan oksigen atau tercekik.
Hasil tersebut merujuk pada otopsi yang dilakukan Kepolisian Togane, Prefektur Chiba.
Baca juga: BATALKAN Permohonan Paspor 13 Calon PMI, Terindikasi Berangkat Ilegal ke Luar Negeri!
Meski demikian, pihak berwenang Jepang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kematian korban merupakan bunuh diri atau disebabkan faktor lain.
“Kepolisian Togane masih melakukan penyelidikan. Jadi belum bisa dipastikan penyebab kematian yang bersangkutan,” ujar Arimbawa, Minggu (11/1/2026).
Arimbawa menambahkan, proses pemulangan jenazah sempat terkendala karena adanya libur panjang akhir tahun di Jepang.
Baca juga: 2 PMI Asal Jembrana Berangkat Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Kembang Beri Pesan Ini
Jenazah akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (9/1/2026) melalui kargo penerbangan Garuda Indonesia GA 881 rute Tokyo–Denpasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Tenaga-Kerja-Buleleng-Putu-Arimbawa-saat-melayat-23.jpg)