Banjir di Buleleng
Hujan Lebat Bukan Satu-satunya, Pakar Ungkap Penyebab Banjir Berulang di Pancasari Buleleng
Sebanyak 47 rumah warga di wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng terendam akibat hujan deras pada Minggu (11/1/2026).
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Hujan deras yang mengguyur Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Minggu (11/1/2026) menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga.
Sedikitnya 47 rumah dilaporkan terdampak, dengan ketinggian genangan air mencapai sekitar satu meter.
Perbekel Pancasari, I Wayan Komiarsa, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi terjadi cukup lama, sejak pukul 15.00 hingga 21.00 Wita.
Baca juga: Banjir Pancasari Buleleng Bersifat Terprediksi, Akademisi Sampaikan Tiga Alternatif Penanganan
Curah hujan yang tinggi dalam durasi panjang itu menyebabkan volume air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
“Air menggenangi rumah-rumah warga yang tersebar di seluruh banjar dinas, namun dampak terparah terjadi di Banjar Dinas Lalang Linggah dan Banjar Dinas Dasong,” kata Komiarsa, Senin (12/1/2026).
Sebagian besar rumah terdampak berada di pinggir jalan dan kawasan yang lebih rendah.
Meski genangan sempat mencapai satu meter, air dilaporkan surut dalam waktu sekitar satu jam.
Baca juga: 2,2 Hektare Padi Jembrana Gagal Panen Akibat Banjir, Ratusan Hektare Sempat Terendam Banjir
Beberapa warga sempat mengungsi ke rumah kerabat, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Banjir juga meninggalkan endapan lumpur setebal kurang lebih 30 sentimeter di sejumlah rumah warga. Pembersihan lumpur dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama aparat desa.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyebut dampak bencana di Desa Pancasari tidak hanya berupa banjir, tetapi juga longsor.
Longsor terjadi di lima banjar dinas, yakni Banjar Dinas Peken, Buyan, Lalang Linggih, Karma, dan Dasong.
“Selain banjir, satu rumah mengalami kerusakan berat pada bangunan palinggih akibat longsor, dan satu rumah lainnya mengalami jebol pada tembok penyengker,” ujar Suyasa.
Baca juga: BENCANA Pohon Tumbang Terbanyak, Lalu Banjir 482 Kejadian, BPBD Bali: 2.644 Kejadian Selama 2025!
BPBD mencatat genangan air sepenuhnya surut sekitar pukul 23.00 Wita. Warga yang sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.
Hingga kini, pendataan kerugian material masih dilakukan oleh pemerintah desa.
Dampak cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di Kabupaten Buleleng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sejumlah-rumah-terendam-air-akibat-banjir-yang-melanda-di-Desa-Pancasari.jpg)