Berita Buleleng
4 Hari Dilanda Cuaca Buruk, BPBD Buleleng Catat 40 Bencana, Didominasi Peristiwa Tanah Longsor
kejadian senderan jebol terjadi di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Sawan, Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Busungbiu.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hujan deras yang terjadi sejak empat hari belakangan mengguyur menyebabkan 40 dampak kejadian bencana. Dari jumlah tersebut tercatat satu orang meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, dampak bencana meliputi beberapa jenis. Paling banyak berupa tanah longsor yang terjadi sebanyak 23 kali.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, bencana tanah longsor tersebar di lima kecamatan.
Paling banyak terjadi di Kecamatan Banjar dengan 13 kejadian, kemudian Kecamatan Sawan dan Kecamatan Sukasada masing-masing empat kejadian, Kecamatan Tejakula dua kejadian, dan Kecamatan Busungbiu satu kejadian.
Baca juga: Tertimpa Longsor, Atap SDN 3 Gitgit Rusak, 1 Rumah di Kawasan Turyapada Tower Bali Tertimbun
"Kemudian peristiwa pohon tumbang ada sembilan kejadian. Lokasinya di Kecamatan Buleleng tiga kejadian, Kecamatan Tejakula dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian di Kecamatan Kubutambahan, Seririt, Busungbiu dan Sawan," ungkapnya, Rabu 14 Januari 2026.
Untuk kejadian banjir hanya satu kejadian, yakni di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Dampak cuaca buruk menyebabkan kerusakan fasilitas.
Di antaranya jalan jebol sebanyak tiga kejadian, yakni di Kecamatan Sukasada, Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Banjar.
Sementara kejadian senderan jebol juga terjadi di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Sawan, Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Busungbiu.
"Sedangkan korban jiwa tercatat satu orang, yakni Made Serina (59) yang hanyut di wilayah Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng," ucapnya.
Mantan Camat Tejakula ini mengatakan pembersihan material bencana baik longsor, pohon tumbang maupun banjir, secara umum telah dilakukan.
Pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik bagi korban bencana. Seperti bantuan sembako, materas, terpal, hingga selimut bagi warga.
"Kalau untuk instansi, seperti di SDN 3 Gitgit bantuan logistik yang kami berikan hanya berupa terpal untuk menutup longsor, agar tidak meluas," imbuh Suyasa.
Mengenai dampak kerugian materiil yang ditimbulkan, BPBD Buleleng sampai saat ini masih melakukan asesmen lebih lanjut.
Bukan tidak mungkin, bantuan perbaikan nantinya memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Namun khusus untuk kerusakan bangunan umum seperti tempat ibadah, balai Banjar, dan rumah pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/longsor-di-Bali-wevfc.jpg)