Berita Buleleng
Warga Rela Kehujanan Demi Saksikan Parade Budaya HUT Kota Singaraja ke-422
Warga Rela Kehujanan Demi Saksikan Parade Budaya HUT Kota Singaraja ke-422
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Parade budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja sukses menyedot perhatian masyarakat, Senin (30/3/2026). Meski sempat diguyur gerimis, ribuan warga tetap bertahan menyaksikan jalannya pertunjukan.
Parade Budaya Kecamatan ini hadir kembali setelah sempat vakum selama tujuh tahun. Kali ini parade budaya mengangkat kisah Anglurah Ki Barak Panji Sakti dari masa kelahiran hingga kejayaan Kerajaan Buleleng.
Acara ini dipusatkan di Taman Kota Singaraja, dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan sejumlah pejabat lainnya.
Baca juga: Dobrak Batas Seni, Fashion dan Kriya di Nuanu Creative City Bali Digelar September
Beragam fragmen tari ditampilkan secara berurutan, menggambarkan perjalanan hidup Ki Barak Panji Sakti. Mulai dari kisah kelahiran, masa muda, hingga strategi perang saat menyerbu Blambangan dengan taktik megoak-goakan.
Tidak hanya itu, parade juga dimeriahkan dengan busana adat khas seperti medeeng dari Desa Sembiran, tari sakral Rejang Kraman, hingga kesenian klasik seperti wayang wong dan gambuh.
Baca juga: Rusak Diterjang Air Bah Sejak 2021, Jembatan Nusamara Jembrana Bali Akhirnya Dibangun Kembali
Antusias penonton tidak surut meski cuaca berubah dari panas terik menjadi hujan ringan. Para penampil pun tetap menunjukkan totalitasnya di sepanjang jalur parade.
Salah satunya Luh Sarini, yang rela datang sejak pagi demi menyaksikan parade. Meskipun sempat diguyur hujan, ia mengaku puas melihat penampilan para peserta.
"Saya sudah datang dari pagi karena tidak ingin melewatkan acara ini. Walaupun sempat panas dan hujan, rasanya terbayar melihat penampilan yang begitu indah dan membanggakan," ujarnya.
Sementara salah satu penari, Ayu Febriani, mengaku bangga bisa terlibat dalam parade budaya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk pelestarian identitas daerah.
"Saya merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari parade budaya ini. Ini bukan hanya tentang menari, tetapi juga tentang membawa identitas dan kebudayaan Buleleng ke hadapan banyak orang," ujarnya.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut parade budaya ini menjadi harapan baru dalam menghidupkan kreativitas seni di masing-masing kecamatan, terutama di kalangan generasi muda.
"Ini harapan baru. Parade budaya dari masing-masing kecamatan ternyata bagus sekali, dan antusiasme anak-anak muda sangat tinggi. Mereka bahkan rutin latihan dan melaporkan kesiapan setiap minggu," ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan kegiatan serupa akan terus ditingkatkan dan dikembangkan agar semakin banyak melibatkan yowana dan sekaa teruna teruni (STT).
"Nanti kita tingkatkan lagi. Kita ingin merangsang yowana dan STT untuk terus berpartisipasi di setiap event. Respons anak muda luar biasa. Ke depan juga akan ada festival kecamatan dari April sampai Juni, lalu kita kurasi untuk ditampilkan di PKB dan Buleleng Festival," tambahnya.
| 10 Persen Warga Tolak Kompensasi Dampak Kebisingan PLTD Pemaron, Minta Direlokasi |
|
|---|
| Warga Jakarta Jadi Korban Penipuan Beli Villa di Buleleng, Terduga Pelaku Ternyata Sedang Ditahan |
|
|---|
| KOSTER Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar, Ganti Rugi Shortcut Pegayaman Tuntas! |
|
|---|
| Ganti Rugi Shortcut Pegayaman Tuntas, Koster Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar |
|
|---|
| Mariono: Jangan Kami Jadi Tumbal, Polemik Operasional PLTD Belum Temui Titik Terang! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Parade-Budaya-HUT-Kota-Singaraja-Bali-Warga-Rela-Kehujanan-Angkat-Kisah-Ki-Barak-Panji-Sakti.jpg)