Demam Berdarah di Buleleng
Bocah 4 Tahun di Buleleng Sempat Sembahyang Saraswati Sebelum Meninggal, Komplikasi DBD
Seorang bocah 4 tahun di Buleleng meninggal dunia disebabkan komplikasi demam berdarah dengue (DBD).
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kepergian Dwitya tentu membuat pihak keluarga sangat terpukul.
Di sisi lain, Andy mengaku tidak tahu secara pasti dari mana sumber penularan DBD. Ini karena di lingkungan sekitar tidak ada laporan kasus serupa.
Sementara itu, Kepala Puskesmas III Buleleng, dr Siti Nurul Aisyah, mengatakan pasien didiagnosis mengalami dengue shock syndrome (DSS), kondisi berat dari DBD yang dapat menyebabkan syok.
"Kami menerima informasi meninggal pada 7 April malam dari pihak rumah sakit," ujar Siti.
Pasca kasus tersebut, pihak puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan tempat tinggal pasien.
Termasuk memeriksa potensi sarang nyamuk dan warga yang mengalami gejala serupa.
"Kalau ada kasus seperti ini, kami cek lingkungan, apakah ada genangan air atau jentik nyamuk. Kami rencanakan fogging hari Minggu, tapi yang utama tetap pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak efektif untuk jentik," katanya. (*)
Berita lainnya di DBD di Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-pemakaman-Dwitya-bocah-4-tahun-yang-meninggal-dunia.jpg)