Idul Adha 2026
Dari Kandang Sederhana di Buleleng, Ketut Sukata Cetak Sapi Jumbo Langganan Presiden
Di balim kandang sederhananya, Ketut Sukata berhasil mencetak sapi-sapi jumbo langganan presiden.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Makanan pokoknya rumput. Selain itu saya beri dedak dan tambahan air. Tidak ada treatment khusus lainnya," jelasnya.
Menurutnya, faktor terpenting untuk menghasilkan sapi berbobot besar terletak pada pemilihan bibit sejak awal.
Peternak harus pandai memilih bibit, terutama yang memiliki postur tubuh tinggi dan tulang besar. Setelah itu baru soal pemeliharaan.
Dalam perawatan harian, sapi rutin dikeluarkan dari kandang setiap pagi dan dimandikan. Hal itu dilakukan untuk menjaga kekuatan kaki sapi agar mampu menopang bobot tubuhnya dan terhindar dari cedera. "Kalau sapi cedera, harganya bisa turun," katanya.
Ia juga mengaku kini sudah jarang memberikan vitamin. Vitamin hanya diberikan ketika nafsu makan sapi menurun.
Sukata mengaku bangga karena sapi peliharaannya kembali dipercaya menjadi sapi kurban presiden. Sebelumnya, sapi miliknya juga pernah dibeli Presiden RI ke-7, Joko Widodo, dengan bobot 632 kilogram.
Selain itu, pada Idul Adha 2025, sapinya juga dibeli Presiden Prabowo Subianto dengan bobot mencapai 772 kilogram. "Senang sekali, ada rasa bangga juga. Campur aduk rasanya," ucapnya.
Sebagai peternak, Sukata berharap pemerintah lebih memperhatikan keberlangsungan peternak sapi Bali, terutama dalam menjaga bibit unggul yang mulai langka.
"Semoga ke depan semakin banyak orang yang berminat menekuni ini agar bibit unggul sapi Bali tidak hilang," harapnya. (*)
Berita lainnya di Sapi Kurban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketut-Sukata-saat-ditemui-di-kandang-sapi-sederhana-miliknya.jpg)