Berita Bali
WASPADA, Pelaku Perdagangan Orang Manfaatkan Tiktok untuk Tawarkan Pekerjaan
Media sosial kini menjadi salah satu modus utama dalam praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok penyaluran pekerja migran.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Arimbawa menyebut, salah satu sektor yang kini menjadi perhatian yakni spa terapis. Menurutnya, sektor spa terapis memiliki permintaan tinggi di luar negeri, namun juga rawan dimanfaatkan untuk jalur keberangkatan nonprosedural.
Melalui FGD ini, pihaknya berharap calon tenaga kerja bisa lebih waspada serta memahami risiko bekerja secara ilegal di luar negeri.
"Kami menggandeng 10 lembaga pelatihan kerja (LPK), dengan masing-masing mengirimkan 10 peserta. Kami utamakan yang bergerak di bidang pelatihan spa terapis. Karena biasanya jalur ini yang banyak dipakai orang untuk nonprosedural," katanya.
Selain melalui FGD, untuk menekan potensi TPPO, Disnaker Buleleng kini memperkuat langkah pencegahan berbasis desa. Pihaknya menggandeng desa dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) dalam melakukan edukasi kepada masyarakat.
"Nanti untuk preventifnya ini, kita lebih banyak di desa. Desa biasanya lebih tahu masyarakatnya," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Perdagangan Orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-FGD-Pencegahan-Tindak-Pidana-Perdagangan-Orang.jpg)