Berita Denpasar
Okupansi Hotel di Sanur Bali Tembus 75 Persen, Lonjakan Dolar Jadi Stimulus Kunjungan Wisman
stabilitas permintaan (demand) terhadap Sanur ditopang oleh perbaikan infrastruktur kawasan yang masif oleh pemerintah
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Kami tahun ini mengambil rejuvenating atau peremajaan Santrian itu sendiri, yang di mana 54 kan sudah cukup lengsir ini. Jadi pasti perlu banyak akan ada perubahan-perubahan karena market pun sekarang sangat berubah. Kita tahu Gen Milenial, Gen Z sudah mulai memasuki ini, jadi kita perlu memperbaiki, apa melakukan banyak perbaikan-perbaikan dengan peremajaan, baik kita melakukan peremajaan di kamar-kamar, penggunaan teknologi lebih ke di kedepankan, lalu memperbaiki fasilitas-fasilitas," terangnya.
Kendati melakukan modernisasi fasilitas dan adaptasi teknologi, pihak manajemen berkomitmen untuk mempertahankan marwah pariwisata budaya asli Sanur yang menjadi keunggulan produknya.
"Kami menghargai perjalanan kami apa namanya dari histori, rooting dari histori, berakar dari sejarah, tetapi embracing tomorrow. Itu yang menjadi tagline, embracing tomorrow lah kita menyambut besok itu lebih gegap gempita sesuai dengan zamannya tapi tidak kehilangan akar yang kami bangun selama 54 tahun ini," pungkasnya.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Okupansi-Hotel-di-Sanur-Bali-Tembus-75-Persen-Lonjakan-Dolar-Jadi-Stimulus-Kunjungan-Wisman.jpg)