Robbi Edarkan Narkoba di Nusa Penida Atas Perintah Terpidana di Rutan Karangasem

Dari pendalaman kepolisian, diketahui tersangka bertugas sebagai kurir atas perintah narapidana di Rutan Karangasem

Robbi Edarkan Narkoba di Nusa Penida Atas Perintah Terpidana di Rutan Karangasem
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sat Narkoba Polres Klungkung mengamankan pengedar narkoba jenis sabu, Robbi Rahman (29) warga Lingkungan Dangin Seme, Amlapura, Karangasem atas kasus penyalahgunaan narkoba, Rabu (23/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sat Narkoba Polres Klungkung mengamankan pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Robbi Rahman (29), warga Lingkungan Dangin Seme, Amlapura, Karangasem atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Tidak tanggung-tanggung, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti hingga 21,05 gram narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan Minggu (13/1/2019), di Nusa Penida.

Ia ditangkap didepan gang SDN 1 Kutampi.

"Saat ditangkap, kami temukan di celana tersangka ada 15 paket sabu-sabu," ungkapnya.

Kepolisian lalu menggeledah sepeda motor tersangka yang terparkir di Dermaga Sekar Jaya, Banjar Bias, Desa Kusamba.

Baca: Istri Bupati Gianyar Kunjungi Warga Kelaparan di Sukawati

Baca: Dunkin Donuts: Buy 6 Get 6 Free Berlaku 5 Hari

Baca: Target Lolos Babak Delapan Besar Piala Soeratin, Pemain PS Badung U-15 Bakal Dapat Promosi ke U-17

Dari penggeledahan tersebut, ditemukan 1 paket narkoba jenis sabu-sabu.

Dari pendalaman kepolisian, diketahui tersangka bertugas sebagai kurir atas perintah narapidana bernama Teplek yang ditahan di Rutan Karangasem.

Mereka berkomunikasi melalui sambungan telepon, dan tersangka Robbi mendapatkan upah Rp 1 Juta setiap melakukan transaksi narkoba.

Baca: 5 Fakta Tentang Pondok Gangguan Jin, Sosok Pawang Dan Caranya Menyembuhkan Kesurupan

Baca: Garuda Indonesia Akan Beri Diskon hingga 70 Persen Termasuk Rute Denpasar Dan Surabaya

Baca: Buaya Pemangsa Deasy Tuwo Ditemukan Mati Mendadak, Panji Petualang Soroti Penyebabnya

"Narapidana Teplek ini sudah kami periksa di Rutan Karangasem. Namun Teplek tidak mengaku. Kami akan telusuri lagi dengan barang bukti, bukti transfer antara Yoko (anak teplek) ke rekening Teplek," jelasnya.

Transfer transaksi narkoba yang dilakukan Robbi, dilakukan setiap 10 hari sekali melalui Yoko ke rekening Teplek.

Nominalnya sampai Rp 30 juta setiap 10 hari.

"Kami akan dalami kasus ini, termasuk jaringannya mengedarkan narkoba di Nusa Penida," ungkapnya.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved