Hari Raya Imlek

Ribuan Umat Sembahyang di Kelenteng Caow Eng Bio, Cap Go Meh Dimeriahkan Barongsai & Pasar Malam

Persembahyangan Hari Raya Imlek 1 Tjia Gwee 2570 berlangsung khidmat, di Kelenteng Caow Eng Bio

Ribuan Umat Sembahyang di Kelenteng Caow Eng Bio, Cap Go Meh Dimeriahkan Barongsai & Pasar Malam
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Suasana persembahyangan Hari Raya Imlek 1 Tjia Gwee 2570 berlangsung khidmat, di Kelenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa yang dikenal sebagai kelenteng tertua di Pulau Bali, Selasa (5/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Persembahyangan Hari Raya Imlek 1 Tjia Gwee 2570 berlangsung khidmat, di Kelenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa yang dikenal sebagai kelenteng tertua di Pulau Bali, Selasa (5/2/2019).

Menurut pengakuan pengurus Kelenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Hari Raya Imlek 2019 ini dirasakan lebih ramai dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca: Hujan Sedang-Lebat Terus Terjadi di Bali, Berikut Beberapa Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan

Baca: Bayi Yang Ditemukan di Bypass Kusamba Kondisinya Kini Menurun, Sesak Nafas Hingga Infeksi

"Saya pribadi melihat lebih ramai sekarang. Sudah kelihatan sejak kemarin malam (Senin, 4/2/2019) pukul 12 malam pada saat pembukaan itu, umat beribadah di sini hingga pukul 3 dini hari. Karena kami sengaja tidak tutup Kelentengnya 1 hari itu untuk umat yang ingin datang jam berapapun itu," ucap Juanda Aditya selaku ketua Pengurus Kelenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa.

Menurut pengurus kelenteng, tahun 2018 lalu umat yang berdatangan untuk melakukan persembahyangan Imlek mencapai 700 umat.

Baca: Kenalkan Tari Legong di Afrika Selatan, Denpasar Targetkan MoU Sister City dengan Cape Town

Baca: Hoax Banyak Bermunculan, Guru Harus Jadi Teladan Filter Informasi

Sedangkan tahun 2018 ini diperkirakan umat yang datang mencapai 1.000 orang.

Ia menambahkan, tidak ada acara pada saat Hari Raya Imlek 2019, pentas barongsai dan pasar malam baru akan diadakan pada saat perayaan Cap Go Meh, 19 Februari 2019.

"Tahun ini kami tidak adakan kegiatan di hari Imleknya. Tapi pada saat Cap Go Meh tanggal 19 Februari ini kami akan adakan kegiatan cukup besar, yaitu pentas barongsai dan pasar malam. Kuliner yang mencirikhaskan menu Imlek. Acara besok itu untuk masyarakat umum. Bukan untuk masyarakat kami sendiri," paparnya.

Baca: Manhattan Associates Prediksi 5 Tren yang akan Terjadi pada Dunia Ritel di Tahun 2019

Baca: Unik, Akulturasi Budaya Tionghoa dan Bali di Vihara Dharmayana Kuta

Sementara, Budi Dharma selaku sekretaris pengurus kelenteng menyebutkan, jemaat yang datang berasal dari berbagai daerah untuk merasakan suasana spiritual berbeda.

"Jemaat berasal dari berbagai daerah, tidak hanya di Tanjung Benoa saja. Jadi merasa terpanggil dari leluhurnya, mereka pasti terpanggil untuk ibadah kemari karena untuk menghargai kelenteng tertua. Makanya mereka banyak datang dari Jawa dan lainnya. Cenderung mereka pasti mencari yang paling tua. Dan di sinilah yang paling tua. Mungkin mereka ingin suasana spiritual berbeda," ujar Budi Dharma selaku sekretaris pengurus kelenteng.

Baca: FAKTA BARU Tentang Likuifaksi di Palu : NASA Ungkap Ada Kecepatan Yang Sangat Tinggi

Baca: Tidak Ikut Giat Ngayah, Personel Polres Klungkung Dihukum Push Up

Personel Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan dan Satpol PP Kuta Selatan ikut mengamankan persembahyangan iImlek di Kelenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa.

"Mulai kemarin malam (Senin lalu) juga Kapolsek Kuta Selatan juga berkenan hadir untuk menyaksikan keamanan Kelenteng ini,"

"Harapannya sebagai umat harus tetap berdoa untuk menjaga kelangsungan Konghucu, sebagai yang tertua di sini harus kita jaga itu cita-cita dari leluhur. Makanya nanti tahun depan harus berinovasi untuk mengikuti zaman supaya tetap eksis," pungkasnya.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved