Jelang Nyepi, Perajin Ogoh-ogoh Banjir Pesanan

Ida Ketut Santosa, perajin ogoh-ogoh asal Desa/Kecamatan Bebandem, kewalahan layani pesanan pembuatan aksesori ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi

Jelang Nyepi, Perajin Ogoh-ogoh Banjir Pesanan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Ida Ketut Santosa mengukir tapal (kepala) untuk ogoh-ogoh di Jalan Raya Bebandem, Desa/Kecamatan Bebandem, Senin (18/2/2019). 

AMLAPURA, TRIBUN BALI - Ida Ketut Santosa, perajin ogoh-ogoh asal Desa/Kecamatan Bebandem, kewalahan layani pesanan pembuatan aksesori ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.

Pesanan perhari bisa mencapai 3 - 6 tapal, semua bentuk kepala.

Santosa mengungkapkan, pesanan tapal datang dari sekitar Kecamatan Karangasem, Kubu, Manggis, Bebandem, Selat, Sidemen, serta Kecamatan Rendang.

Baca: Datangi Bawaslu Bali, Tim Prabowo-Sandi Konsultasi Untuk Laporkan Koster Terkait Dugaan Kampanye

Baca: Sempat Jadi Topik Bahasan pada Debat Capres, Berikut 4 Unicorn di Indonesia yang Perlu Diketahui

Sampai hari ini Santosa sudah menerima pesanan sekitar 80 tapal, serta aksesori lainnya.

"Kalau ogoh-ogoh kami nggak layani karena kekurangan tenaga. Makanya cuma layani pembuatan tapal dan aksesori ogoh-ogoh lain. Untuk pemesan dari luar Karangasem kami tak melayani," jelas Santosa saat ditemui di tempat kerjanya di Bebandem, Senin (18/2/2019).

Ditambahkan, saat ini jumlah pemesan dari Karangasem terpaksa ditolak lantaran tak mampu memenuhi sesuai target dan tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Baca: Kamu Mudah Lelah atau Napas Tersengal-sengal? Waspada Tanda Tubuhmu Tidak Sehat

Baca: 4 Bahan Pokok Ini Mengalami Kenaikan Harga, Cabai Naik hingga Rp 1.500

Dikatakan, hingga hari ini sudah menuntaskan 30 tapal, dan masih tersisa 50 pesanan.

"Perhari mampu menyelesaikan tiga buah tapal, dan aksesori lain. Itu semua sudah siap dipasang. Sedangkan pembuatan ogoh-ogoh butuh waktu maksimal 1 minggu. Itupun dikerjakan oleh 2 orang. Tahun ini kami tak menerima pebuatan ogoh-ogoh," akuinya.

Untuk upah pembuatan tapal, harganya berbeda–beda.

Baca: PLN UID Bali Imbau Masyarakat Hemat Listrik Selama Perbaikan Satu Unit Mesin PLTU Celukan Bawang

Baca: Ombudsman Bali Laporkan Dugaan Aksi Kampanye Koster Di Acara Millenial Road Safety Festival

Mulai dari Rp 400 - 800 ribu, bergantung kesulitan pembuatan tapal.

"Yang paling sulit buat tapal raja. Paling mudah bikin tapal celuluk. Pesanan yang paling banyak yakni tapal celuluk," imbuhnya.

Diakuinya, tahun 2019 pembuatan tapal lebih banyak daripada sebelumnya.

Baca: SWAP Berharap DPRD Bentuk Pansus Terkait Kasus Dugaan Pedofilia di Klungkung

Baca: 7 Kesalahan Data Jokowi dalam Debat Capres Yang Jadi Sorotan Hingga Dibantah Oleh Greenpeace

Tahun 2018 lalu Santosa mampu menuntaskan sekitar 30 tapal, dan beberapa ogoh-ogoh dalam waktu 3 bulan.

Sementara itu, sekarang pesanan sudah mencapai 80 tapal.

"Tahun depan kami layani pembuatan ogoh-ogoh," janjinya.(*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved