85 Persen Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar Dihuni Napi Narkotika, Banyak yang Ingat Anak

Tingkat kejahatan narkotika di Indonesia masih terbilang cukup tinggi dan sudah termasuk kategori kejahatan luar biasa.

85 Persen Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar Dihuni Napi Narkotika, Banyak yang Ingat Anak
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Terlihat para penghuni Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar saat mengikuti pelatihan dan training kewirausahaan yang digelar di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, Bali, Jumat (22/2/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tingkat kejahatan narkotika di Indonesia masih terbilang cukup tinggi dan sudah termasuk kategori kejahatan luar biasa.

Tak heran jika Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Denpasar lebih banyak dihuni oleh para narapidana kasus narkotika.

Salah satunya adalah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Klas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, Bali.

Berdasarkan data yang Tribun Bali himpun pada Kamis (21/2/2019) lalu, Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar yang baru dibangun sejak 1 tahun lalu, saat ini penghuni sudah capai 224 orang warga binaan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 158 napi kasus narkotika mendominasi Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar.

Kalapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Lili mengaku sebanyak 85 persen Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar dihuni oleh para napi narkotika.

"Ya sudah bisa ditebaklah penghuni terbanyak dari kasus apa. Iya narkotika. 85 pesen kasus narkoba," ujar Lili kepada Tribun Bali saat ditemui di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, Kamis (21/2/2019) siang.

Baca: Mengintip Lapas Perempuan Denpasar, Begini Kondisi Terkini Margriet Pembunuh Bocah Angeline 

Baca: Status Masih Tahanan Cuti Bersyarat di Lapas Kerobokan, Begini Pengakuan Gede Jaya Nekat Curi Motor

Baca: Idealnya Dihuni 120 Orang tapi Warga Binaan Capai 224, Lapas Perempuan Denpasar Over Kapasitas

Pihaknya menambahkan dari 158 napi kasus narkotika, 1 narapidana WNA Asal Inggris dijatuhi hukuman mati.

"Hukuman terberat di sini ada hukuman mati. Ada 1 orang WNA asal Inggris umurnya 60 tahunan tapi belum eksekusi. Tidak gampang menjaga kondisi orang yang tertekan berat," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved