Minat Baca Rendah, Jumlah Pengunjung Perpustakaan Keliling Tak Meningkat Sejak Dua Tahun Lalu

Hal ini dimanfaatkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan untuk memberikan salah satu layanan yakni Perpustakaan Keliling (Pusling)

Minat Baca Rendah, Jumlah Pengunjung Perpustakaan Keliling Tak Meningkat Sejak Dua Tahun Lalu
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat pelayanan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan di Lapangan Dangin Carik, Tabanan, pekan lalu.  

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Suasana di areal Lapangan Dangin Carik, Tabanan, memang selalu ramai setiap hari Minggu.

Hal ini dimanfaatkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan untuk memberikan salah satu layanan yakni Perpustakaan Keliling (Pusling).

Jumlah buku yang disediakan juga tak sedikit, mencapai 100 judul dengan jumlah sekitar 300 eksemplar buku.

Namun sayangnya, meskipun sudah rutin dilaksanakan sejak dua tahun lalu, layanan perpustakaan keliling ini tak mengalami peningkatan pengunjung alias stagnan.

Setiap membuka layanan Pusling di Lapangan Dangin Carik, pengunjung yang mampir untuk membaca hanya sekitar 20-30 orang.

Padahal, jumlah pengunjung ke lapangan tersebut mencapai ratusan lebih.

Baca: Persiapan Perpani Bali Hadapi Pra PON 2019, Target Perbaiki Rangking Kejurnas Panahan 2018 Lalu

Baca: Pelatih Bali United Minta Jadwal Liga I Segara Dirilis, Begini Alasan Coach Teco

Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk membaca saat ini masih sangat rendah.

“Sudah sejak dua tahun lalu kami rutin gelar layanan Pusling ini, tapi pengunjungnya stagnan, setiap hari Minggu hanya 20-30 orang, padahal banyak yang olahraga di sana (Lapangan Dangin Carik),” ungkap Kepala DInas Perpustakaan dan Arsip Tabanan, I Wayan Kotio, Minggu (31/3/2019).

Kotio mengakui, selain minat baca masyarakat yang masih rendah, dukungan dari segi anggaran oleh Pemkab Tabanan masih minim.

Hal ini terbukti Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan hanya memiliki satu unit mobil layanan Pusling, itu pun pemberian Pemerintah Pusat.

Keberadaan satu unit mobil layanan Pusling itu belum mampu mencakup seluruh wilayah Tabanan, hanya baru wilayah kota.

Baca: Jaga Toleransi Lewat Majenukan, Digelar Usai Kerajaan Karangasem Ekspansi ke Lombok

Baca: Gubernur Koster Sebut 48 Orang Sempat Geruduk BKD Bali, Ternyata Ini Yang Terjadi

“Ya kalau idealnya kita punya dua unit mobil lah untuk Perpustakaan Keliling, karena kita kan juga mencakup wilayah yang luas dengan 400 Sekolah Dasar,” tuturnya.

Selain menyediakan buku, kata dia, juga sekaligus menyosialisasikan keberadaan aplikasi e-book, aplikasi yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan untuk masyarakat yang ingin membaca buku dalam bentuk digital.

Dalam aplikasi tersebut tersedia sebanyak 2.700 eksemplar mulai dari komik, sains, novel dan lain sebagainya.

Untuk sementara ini, pengunjung dalam aplikasi tersebut baru mencapai rata-rata 50 orang setiap harinya.

“Sekaligus juga untuk sosialisasi, kami punya aplikasi membaca secara digital. Dengan harapan masyarakat yang ingin membaca bisa membaca di mana saja, dan kapan saja,” tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved