Mabes Polri Gerebek Diskotek Akasaka
Kapolda Tegaskan Tutup Diskotek Akasaka Bali, Bos Jerry: Bukan Urusan Saya!
Katanya Akasaka itu tidak tersentuh oleh hukum. Sekarang saya sebagai Kapolda Bali, sekarang kita akan tutup
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Aloisius H Manggol
Sampai saat ini Polda Bali masih melakukan pengembangan terkait ditemukannya 19 ribu butir pil ekstasi di Akasaka Club.
Petrus Golose menyatakan pihaknya akan mengusut dan menyeret sindikat yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Sekali lagi tidak ada yang kebal hukum di sini. Siapa pun yang bermain di belakang ini, dan di mana pun mereka bersembunyi, sampai ke lubang semut pun akan kami cari,” tegasnya.
Menurut jenderal kelahiran 27 November 1965 di Manado, Sulawesi Utara, ini, peredaran narkoba di Bali sudah sangat memprihatinkan.
Banyak warga Bali bahkan telah menjadi kurir narkoba.
Dia pun mengaku ngeri membayangkan bila 19 ribu butir pil tersebut diedarkan ke masyarakat.
“Bayangkan, kalau 19 ribu paket narkotika itu diedarkan di masyararakat? Dan ingat, sudah banyak warga Bali menjadi kurir narkoba. Karena itulah kita melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat) secara terstruktur dan terkendali, dengan kerjasama baik Polres, Polda, dan Mabes Polri,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, menyatakan Polda Bali bisa membuat rekomendasi penutupan Akasaka kepada instansi terkait.
Rekomendasi keluar apabila pihak kepolisian khususnya Bareskrim Polri mampu memastikan barang bukti berupa belasan ribu ekstasi itu benar milik Akasaka.
"Apa itu benar punya tempat hiburan malam itu, jika benar kami bisa keluarkan rekomendasi penutupan. Sejauh ini Bareskrim Polri masih menggelar olah TKP, " jelasnya, saat ditemui awak media di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/akasaka_20170607_172351.jpg)