Simpang ring Banjar

Di Banjar Junjungan Ubud, Tak Semua Sampah Berakhir di TPA

Kini prajuru setempat tengah merancang pembuatan bank sampah. Sebab mereka meyakini, tidak semua sampah harus berakhir di Tempat Pembuangan Akhir

Di Banjar Junjungan Ubud, Tak Semua Sampah Berakhir di TPA
koleksi Banjar Junjungan, Ubud
Papan Nama di Banjar Junjungan, Ubud 

Namun setelah mensosialisasikannya ke krama banjar, Sudiarta mengaku lega.

Sebab krama mengaku siap menyukseskan program ini.

“Saya katakan, ini program bukan program saya, saya hanya menyarankan. Saya senang krama tertarik, karena ini juga memiliki nilai ekonomis. Meskipun tak seberapa, tapi siapa tahu, layanan pembuangan sampah yang saat ini bayar, dengan adanya program bank sampah ini menjadi gratis,” harapnya. 

Wajib Ikut Tari Kecak

Banjar Junjungan, Kelurahan/Kecamatan Ubud memiliki cara khusus agar krama-nya terlibat dalam pelestarian seni tari kecak.

Yakni, KK wajib menunjuk seorang anggota KK-nya ikut dalam sekaa Kecak Banjar Junjungan.

Hal ini bahkan sudah diterapkan sejak tahun 1998, dan hingga saat ini masih tetap dipertahankan.

Wayan Sudiarta mengatakan, banjar yang berada di perbatasan utara Kecamatan Ubud ini, sejak turun-temurun sangat konsisten dalam melestarikan seni kecak.

Kesenian ini selain dipentaskan dalam acara piodalan, juga ditarikan secara reguler di jaba (areal luar) Pura Desa setempat, setiap hari Senin, yang dimulai dari pukul 19.00 Wita.

Antusiasme penonton cukup tinggi karena kecak Banjar Junjungan tak pernah mengecewakan, khususnya dari segi jumlah.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved