Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kepergok Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Ibu Muda di Buleleng, Dukun Cabul Ini Dikepung Warga

Warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng digemparkan oleh kabar pelecehan seksual, Sabtu (19/1).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ady Sucipto
dok Polres Buleleng
GS (jaket hitam kuning-mohon di blur) saat diamankan warga di salah satu Balai Banjar Desa Selat, Senin (21/1/2019) malam. Saat ini GS telah diamankan di Mapolres Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng digemparkan oleh kabar pelecehan seksual, Sabtu (19/1).

Pelakunya adalah seorang balian ( dukun ) berinisial GS (50).

Ia melakukan tindakan asusila terhadap seorang ibu rumah tangga berusia kurang lebih 20 tahun. Sebut saja namanya Bunga.

Korban disebut-sebut mengalami tindakan tak senonoh saat menjalani proses pengobatan tradisional oleh GS.

Pelaku yang awalnya mewarkan diri untuk mengobati korban. Bunga mengeluh sakit pada bagian lehernya.

Atas tawaran itu, Bunga pun setuju. GS mendatangi rumah korban di Desa Selat, Sabtu (19/1). 

Baca: Pelaku Buang Bayi dalam Tas Kresek Hitam di Buleleng Terungkap, Polisi: Berstatus Pelajar

Kedatangan GS diterima langsung oleh korban bersama mertuanya.

Tanpa basa-basi, GS langsung mengobati Bunga dengan cara memijat seluruh bagian tubuh korban.

Kesempatan ini dimanfaatkan GS untuk melancarkan aksi bejatnya.

Beberapa kali pelaku meremas dada korban. Bahkan hingga menyentuh selangkangan dan kelamin korban.

"Korban ini lugu, sempat disuruh tengkurap, terlentang, berdiri mau saja, hingga akhirnya GS memijat bagian selangkangan, sampai jarinya katanya masuk ke dalam kemaluan korban."

"Saat itu lah korban tidak terima dan berontak. Di rumah itu hanya ada korban dan mertuanya,” kata Penjabat Perbekel Desa Selat, Wayan Semadi, Selasa (22/1).

Baca: Dengar Jerit Tangis Suara, Pria di Buleleng Kaget Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Kresek Hitam

Atas tindakan tak senonoh itu, korban melaporkan kejadian ini kepada Penjabat Perbekel Desa Selat, Wayan Semadi pada Senin (21/1).

Menerima laporan itu, Semadi meminta kepada korban untuk memancing pelaku GS agar datang kembali ke Desa Selat. Pancingan itu berhasil.

GS datang kembali ke rumah korban. Hingga akhirnya ia diamankan oleh warga, Babinsa, dan keluarga korban di sebuah balai banjar di Desa Selat untuk diinterogasi.

Baca: Molor, Pembuatan Patung Soekarno di Sukasada Buleleng Baru 30 Persen

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved