Hari Raya Imlek

Tari Rudat dan Kesenian Bali Meriahkan Perayaan Cap Go Meh, Junjung Nilai Toleransi di Tanjung Benoa

Perayaan Cap Go Meh 2019 di Klenteng Caow Eng Bio dikemas berbeda dan menunjukkan toleransi antar umat beragama di Bali

Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Suasana perayaan Cap Go Meh 2019 yang digelar di Klenteng Caow Eng Bio, Tanjung Benoa, Bali, Selasa (19/2/2019). 

Perayaan Cap Go Meh 2019 di Klenteng Caow Eng Bio juga dimeriahkan oleh pertunjukan Tari Pendet, Barong Bali dan Tari Gandrung Bali Sakral dari Sanggar Padma Sandhi Kerobokan, Badung sebagai tarian tradisional suku Bali.

Pembina Sanggar Padma Sandhi, I Gede Yudaba (49) menyebutkan sebanyak 29 anggota sanggar ikut meramaikan acara Cap Go Meh di Klenteng Caow Eng Bio, Selasa (19/2/2019).

"Dalam kesempatan ini kami menampilkan beberapa kesenian daerah Bali yaitu Tari Pendet, Barong Bali dan Tari Gandrung Bali Sakral,"

"Kami melibatkan 29 orang anggota sanggar. Penari Tari Pendet sebanyak 5 orang, 2 orang untuk Tari Gandrung, 2 orang penari Barong Bali dan penabuh 20 personel," ujarnya.

Ia juga berharap dengan ikut serta memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2019 ini bisa menjaga persatuan dan menyatu dengan umat lainnya.

"Sangat berbahagia bisa ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh. Karena perbedaan inilah yang menyebabkan keanekaragaman, yang merupakan suatu keindahan di tengah perbedaan. Harapan ke depan dengan keiikutsertaan kami, bisa saling menyatu dengan umat lainnya sehingga ke depan bisa menjaga persatuan bumi pertiwi," tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved