Hari Raya Imlek

Tari Rudat dan Kesenian Bali Meriahkan Perayaan Cap Go Meh, Junjung Nilai Toleransi di Tanjung Benoa

Perayaan Cap Go Meh 2019 di Klenteng Caow Eng Bio dikemas berbeda dan menunjukkan toleransi antar umat beragama di Bali

Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Suasana perayaan Cap Go Meh 2019 yang digelar di Klenteng Caow Eng Bio, Tanjung Benoa, Bali, Selasa (19/2/2019). 

"Kami itu sering keluar. Tidak hanya di intern area Tanjung Benoa saja. Kami juga pernah diundang ke Puspem Badung. Kami diikutsertakan waktu itu. Setiap tahun kami ada kegiatan rutin di Masjid," jelasnya.

Sementara dalan perayaan Cap Go Meh di Klenteng Caow Eng Bio, diakuinya baru pertama kali ikut memeriahkan perayaan tersebut.

"Jadi waktu itu ketua PHBI (Panitia Hari Besar Islam) menaungi untuk keagamaan. Terus di bawah naungan takmir masjid. Kegiatan 1 Muharram, Idul Adha, Idul Fitri, Tahun Baru Hijriah. Selain itu juga mengisi di acara-acara hajatan,"

Baca: Kisah Mahasiswi 21 Tahun Bisnis Oleh-oleh Makanan dari Singkong Beromzet Miliaran

Baca: Kisah Ajik Krisna Rintis Usahanya, Pernah Jadi Tukang Cuci Mobil Hingga Kolektor Mobil Mewah Ini

"Kalau di Klenteng ini mungkin event baru. Kami baru kali ini ikut memeriahkan acara Cap Go Meh di Klenteng ini,"

"Yang kemarin memang ada acara lain di sini. Cuma Klenteng kan jarang mengadakan acara begini, ini baru pertama kali ada acara di sini untuk regenerasi keempat. Kalau untuk regenerasi ketiga tidak acara begini. Ada acaranya cuma bukan acara seperti perayaan ini," paparnya.

Tarian Rudat yang ditampilkan dalam perayaan Cap Go Meh ini hanya menampilkan baris berbaris dan pencak.

"Ini sebenernya bukan tariannya. Ini hanya baris berbaris. Memang ada tariannya. Kebetulan regenerasi yang keempat ini baru kami ajarkan beberapa tahun ini, jadi tidak langsung kami mengajarkan tariannya. Jadi kami ajarkan baris berbaris terlebih dahulu,"

"Sebenarnya ada 6 gerakan tarian. Dan di sana lah daya tariknya Rudat itu. Arahnya tergantung posisi ketuanya atau pemandu baris berbaris. Kalau saya berdiri di sana ya mereka mengikuti saya," ujarnya.

Baca: Gading Marten Akui Masih Sayang Gisel, Tak Mau Dijodohkan Dengan Luna Maya

Baca: Sudah 4 Hari Air Keruh dan Ngadat, Warga Dalung Harus Begadang untuk Tampung Air PDAM

Tiupan peluit dipakai untuk mengarahkan gerakan para penari Rudat dan terdapat 6 tanda tiupan untuk isyarat gerakan baris berbaris.

"Saya meniup peluit 1 kali, mereka sudah paham kemana mereka harus mengarahkan gerakannya. Peluit ini mengisyarakatkan mereka harus melakukan gerak, jalan atau gerak tari,"

"Ada 6 tanda tiupan peluit untuk isyarat gerakan baris berbaris Rudat. Kalau gerak tari itu ditiup panjang sebanyak 3 kali. Kalau untuk jalan ditiup pendek sekali itu mulai gerak. Nanti baris kedua ditiup pendek dua kali. Kalau tiupan panjang dan hanya sekali itu baru mereka nari,"

"Anak-anak ada 15 orang. Kalau untuk acara ini kami diminta mendadak, dikasih tahu tanggal 14 Februari dan tampilnya tanggal 19 Februari. Event seperti ini sebenarnya harus ada narinya. Bukan hanya baris berbarisnya. Karena mendadak makanya hanya pencak sebentar saja. Dan sebenarnya pencaknya itu dilakukan 2 orang," ungkapnya.

Husni Kaslan juga berharap dengan dilibatkannya kesenian umat Islam di perayaan Cap Go Meh 2019 ini, bisa menjalin kebhinekaan antar umat beragama di Bali, khususnya di Tanjung Benoa.

Baca: Besuk Ke Rutan Medaeng, Prabowo Sebut Kasus Ahmad Dhani Adalah Dendam Politik

Baca: Royal Wedding Putra Ajik Krisna, Dihadiri Putra Jokowi Hingga Dekorasi Bak Singgasana Kerajaan Bali

"Ke depannya pasti kami berharap setiap event begini kami dilibatkan juga karena bentuk kebhinekaan kita di sini, khususnya di Tanjung Benoa. Karena di sini kan ada Konghucu, ada Hindu, ada Islam dan lain sebagainya. Dan kemarin perayaan 1 Muharram kami juga melibatkan kesenian Konghucu untuk ikut memeriahkan. Dari sana kita perlihatkan kebhinekaan kita. Intinya kami sebagai pengurus ingin kebhinekaan ini tetep terjalin," tutupnya.

Kesenian Bali

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved