Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WIKI BALI

TRIBUN WIKI – Miliki 7 Keajaiban, Inilah Sapi Bali Beserta Keunggulannya,

Menurut Guru Besar Genetikan Hewan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, Mrur.Sc mengatakan, ada tujuh

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
NET
Sapi Bali di kebun sawit di Malaysia. Ciri khas sapi Bali, bagian belakang tubuh di bawah ekor terlihat bulatan putih (seperti cermin). Kaki bagian bawah seperti pakai kaus kaki putih. Yang jantan berwarna hitam (tengah / panah), lainnya betina warna coklat. 

4. Memiliki Nenek Moyang yang Masih Hidup

Sapi Bali masih memiliki nenek moyang yang masih hidup dan satu-satunya sapi di dunia yang memiliki keunikan pita hemoglobin.

5. Miliki Penanda HEL9 dan INRA 35 DNA mikrosatelit

Sapi Bali juga memiliki penanda HEL9 dan INRA 35 DNA mikrosatelit sebagai penciri khasnya, dan satu-satunya bangsa sapi yang memiliki penyakit khusus yaitu di Jembrana.

Baca: Sapi Bali Unggul dengan Sistem IVMS di Lombok Utara

Baca: Ironis, Sapi Bali Justru Jadi Tamu di Tempat Asalnya dan Malah Diburu Konsumen Luar Bali

6. Keturunan Langsung dari Banteng

Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, Mrur.Sc mengatakan sapi Bali merupakan keturunan langsung dari Banteng yang masih hidup di Taman Nasional Ujung Kulon dan Baluran.

"Ini membuka peluang bagi pembuktian teori evolusi dan sejarah domestikasi ternak,” kata dia dalam konferensi pers pra orasi di Kampus IPB Baranangsiang (19/4/2018) seperti dilansir dari tribunnewsbogor.com.

7. Digolongkan Menjadi Bangsa Sapi Tersendiri

“Karena keunikannya ini, maka Sapi Bali menurut taksonomi digolongkan sebagai bangsa sapi tersendiri yaitu Bos sondaicus atau Bos javanicus yang berbeda dengan Bos taurus (sapi Eropa) dan Bos indicus (sapi Asia Timur),” imbuhnya.

Keunikan-keunikan ini menjelaskan bahwa sapi Bali merupakan warisan nenek moyang yang sangat berharga

Selain itu sapi Bali juga dapat menjadi andalan dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional.

Peternakan rakyat dengan ternak lokalnya berperan dalam pemenuhan gizi dan pengurangan masalah malnutrisi.

Tetapi saat ini yang terjadi adalah tidak ada program konservasi bagi lebih dari 75 persen bangsa ternak yang terancam punah.

Baca: Diduga Tilep Dana Hibah Bantuan Sapi, Suwecana Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Baca: Pakan Sapi Dianggarkan Rp 3,1 M, Gelar Tender untuk Kebutuhan Pakan di Desa Sobangan

Penyebabnya, kata dia, adalah erosi genetik.

“Terjadi persilangan yang tidak terkendali melalui Inseminasi Buatan (IB) dan salah persepsi terkait produktivitas ternak lokal. Swasembada daging tidak akan pernah terwujud jika tidak dilakukan langkah ekstrem dalam pembibitan sapi sebagai tulang punggung penyedia ternak bakalan untuk ternak potong,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved