Selisih Paham Main Judi Samgong, Dewa Putu Witana Dibacok di Wajah, Anaknya pun Dianiaya

Selisih Paham Main Judi Samgong, Dewa Putu Witana Dibacok di Wajah, Anaknya pun Dianiaya

Selisih Paham Main Judi Samgong, Dewa Putu Witana Dibacok di Wajah, Anaknya pun Dianiaya
Tribun Bal/Ratu Ayu Astri Desiani
Korban Dewa Putu Witana menuturkan kronologi kejadian pengeroyokan dan pembacokan yang dialami oleh dirinya, di Mapolres Buleleng, Senin (20/5) 

Ia lantas protes dan meminta kepada pelaku Y untuk bermain sesuai dengan peraturan.

"Saya menang, tapi tidak dapat uang ayahan. Otomatis saya kan protes. Anak saya tidak main, tapi dia ikut ngomong kepada Y agar bermain seusai peraturan. Entah kenapa Y tiba-tiba ingin memukul anak saya. Saya langsung memeluk pinggang Y berusaha untuk melerai," katanya.

Baca: Dokter Kaget Temukan Stang Motor di Rahim Wanita ini, Terungkap Aksi Sang Suami Saat Berhubungan

Alih-alih melerai, korban Witana justru mendapatkan pukulan dari pelaku PA yang tidak lain adalah sepupu pelaku Y.

PA yang diduga dalam kondisi mabuk, memukul bagian kepala belakang korban Witana hingga membuatnya tersungkur.

Selanjutnya pelaku PA dan Y sebut Witana, menendang dirinya berulang kali, sebelum akhirnya ia berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke rumah sepupunya bernama Dewa Komang Ardita (50) yang lokasinya tak jauh dari TKP.

"Setelah sempat melarikan diri itu, sepupu saya (Ardita,red) kembali mengajak saya ke rumah PA niatnya untuk menyelesaikan masalah ini baik-baik. Disamping itu, anak saya juga masih tertahan disana," terangnya.

Nahas, keputusan Witana untuk kembali ke rumah PA berujung petaka.

Baru saja memasuki rumah PA, korban Witana langsung dibacok oleh pelaku Y, dengan menggunakan celurit hingga membuat pipi kiri dan tangan kirinya terluka.

Bahkan sang sepupu, Dewa Ardita, sebut Witana, juga menjadi korban penganiayaan ini, dengan mengalami luka robek dibagian bahu.

"Darah sudah bercucuran, akhirnya saya dibantu oleh sepupu saya (Dewa Ardita) lari menyelamatkan diri, lalu dibawa ke RSUD Buleleng. Tangan kiri saya dapat 20 jaritan, sedangkan pipi sekitar 10 jaritan. Kalau sepupu saya luka robeknya tidak terlalu panjang," tuturnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya ditemui di ruang kerjanya membenarkan adanya kejadian pembacokoan tersebut.

Kata dia, pelaku Y dan PA saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Pihak Unit Satreskrim Polres Buleleng.

"Pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi," singkatnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved