Cegah Produk Lokal Diserobot, DPRD Bali Susun Ranperda Pembangunan Industri Branding Bali

DPRD Provinsi Bali bersama eksekutif mulai membahas Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali Berbasis Budaya Branding Bali

Cegah Produk Lokal Diserobot, DPRD Bali Susun Ranperda Pembangunan Industri Branding Bali
TRIBUN BALI/WEMA SATYADINATA
Suasana pembahasan awal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali Berbasis Budaya Branding Bali Tahun 2019-2039, di Ruang Bapemperda Kantor DPRD Bali, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - DPRD Provinsi Bali bersama eksekutif mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali Berbasis Budaya Branding Bali Tahun 2019-2039.

Pada pembahasan awal tersebut salah satu hal yang diperdebatkan adalah terkait masalah judul Ranperda.

Dalam judul Ranperda ada salah satu kata yang menggunakan istilah asing, yaitu kata branding

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Bali, Nyoman Budi Utama, mengatakan istilah branding kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia artinya ciri khas.

“Apakah itu yang dimaksud? Kalau itu maksudnya ciri khas Bali, perlu dijelaskan di penjelasan umum,” kata Budi Utama usai rapat di Ruang Bapemperda Kantor DPRD Bali, Selasa (5/11/2019).

Lemak Perut Membandel Bikin Buncit, Kenali Dulu 6 Jenis Lemak Perut dan Cara Meluruhkannya

Ranperda Penyelenggaraan Bantuan Hukum,LBH Harap Bantuan Hukum Diperluas Tak Hanya pada Warga Miskin

Lanjutnya sesuai dengan visi misi Gubernur Bali, maka yang ditekankan adalah produk-produk yang bercorak khas Bali.

Nantinya yang diatur dalam Ranperda antara lain kerajinan yang bercorak Bali, serta olahan makanan dan minuman berlabel Bali.

Semua produk lokal Bali tersebut diharapkan dapat dilindungi agar tidak diserobot pihak-pihak lain.

“Jangan sampai (kerajinan, makanan, minuman) itu diproduksi di Bali kemudian malah diambil oleh Provinsi lain, termasuk hasil dari Kabupaten. Contoh Bangli, menghasilkan Loloh Cemcem. Produksinya kan di Bangli, jangan sampai diambil oleh Kabupaten lain. Itu tujuan sebenarnya,” terangnya.

Termasuk juga arak Bali yang menjadi minuman khas Bali.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved