Masyarakat Komentari Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Kenaikan tarif BPJS Kesehatan akan direalisasikan pada tahun depan, tepatnya pada 1 Januari 2020.
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kenaikan tarif BPJS Kesehatan akan direalisasikan pada tahun depan, tepatnya pada 1 Januari 2020.
Kebijakan kenaikan tarif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai elemen masyarakat.
Seperti masyarakat di Denpasar, banyak dari mereka yang datang ke Kantor BPJS Kesehatan cabang Denpasar untuk mengurus BPJS mereka kembali.
Diketahui tarif kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.
Mereka mengeluh lantaran kenaikan iuran mencapai 100 persen hampir di semua kelas.
Akibatnya mereka banyak yang memutuskan untuk turun kelas.
Seperti Karyawan yang terlihat duduk mengantre di ruang layanan lantai 2 kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar.
• Kenaikan Tunjangan Kepsek SMA, Ketua YPLP Sebut Lebih Baik Realisasikan BOSDA untuk Swasta
• Jendela Kamar Mahasiswi Unud Ni Putu Venaya di Jalan Jaya Giri Renon Denpasar Dicongkel
Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini mengambil kartu BPJS lantaran lebih memilih turun kelas, dari kelas II ke kelas III.
"Saya mau ngambil kartu kemarin udah turun kelas, turun kelas karena bayarannya tinggi, takut gak bisa bayar," ujar pria asal Singaraja ini.
Ia sudah lama mengantre, di belakang Karyawan tampak ada bapak-bapak memakai kaus lengan panjang, ia adalah Suarno.
Pria asal Malang ini juga sudah lama mengantre, sama dengan Karyawan, ia datang ke kantor BPJS kesehatan untuk turun kelas.
"Iya turun kelas, kontrak kerja saya uda habis dua bulang lagi, mangkanya saya turun kelas," kata pria yang bekerja di salah satu vila di Kerobokan, Denpasar, Bali.
Pria yang sudah 25 tahun menetap di Bali ini merasa tidak sanggup untuk membayar iuran BPJS.
• Percantik Wajah Kota, Pohon Perindang Mulai Berbunga di Jembrana
• Bendesa Adat Besakih Apresiasi Program Penataan Pura Besakih, Pro dan Kontra Dinilai Wajar
"Ya kalau tetap kelas 1 lagi takutnya kan gak bisa bayar, makanya saya turun kelas aja," ujar ayah 2 anak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-antrean-di-kantor-bpjs-kesehatan-cabang-denpasar-bali.jpg)