Masyarakat Komentari Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kenaikan tarif BPJS Kesehatan akan direalisasikan pada tahun depan, tepatnya pada 1 Januari 2020.

Masyarakat Komentari Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Tribun Bali/M. Firdian Sani
Suasana antrean di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Bali, Kamis (7/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kenaikan tarif BPJS Kesehatan akan direalisasikan pada tahun depan, tepatnya pada 1 Januari 2020.

Kebijakan kenaikan tarif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai elemen masyarakat.

Seperti masyarakat di Denpasar, banyak dari mereka yang datang ke Kantor BPJS Kesehatan cabang Denpasar untuk mengurus BPJS mereka kembali.

Diketahui tarif kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Mereka mengeluh lantaran kenaikan iuran mencapai 100 persen hampir di semua kelas.

Akibatnya mereka banyak yang memutuskan untuk turun kelas.

Seperti Karyawan yang terlihat duduk mengantre di ruang layanan lantai 2 kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar.

Kenaikan Tunjangan Kepsek SMA, Ketua YPLP Sebut Lebih Baik Realisasikan BOSDA untuk Swasta

Jendela Kamar Mahasiswi Unud Ni Putu Venaya di Jalan Jaya Giri Renon Denpasar Dicongkel

Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini mengambil kartu BPJS lantaran lebih memilih turun kelas, dari kelas II ke kelas III.

"Saya mau ngambil kartu kemarin udah turun kelas, turun kelas karena bayarannya tinggi, takut gak bisa bayar," ujar pria asal Singaraja ini.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved